20.1 C
New York
Rabu, Juni 10, 2026
Beranda Peristiwa Warga Cilegon Ikut Pelatihan Barista, Bersiap Jadi Pengusaha Kopi

Warga Cilegon Ikut Pelatihan Barista, Bersiap Jadi Pengusaha Kopi

0
77
Peserta praktek meracik kopi, menyajikan dan melayani tamu saat Pelatihan Barista di BLK Disnaker Kota Cilegon, Selasa (9/6/2026). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Banyak masyarakat Kota Cilegon saat ini yang mempunyai keinginan untuk menjalankan usaha atau bisnis dengan membuka kedai atau kafe kopi. Salah satunya adalah warga Kompleks Taman Raya Cilegon bernama Karina.

Wanita muda berusia 24 tahun ini mulai belajar meracik kopi. Ia belajar dengan mengikuti pelatihan barista yang diselenggarakan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon.

Karina merupakan satu dari 16 peserta yang mengikuti pelatihan barista di BLK Disnaker Cilegon.

Karina mengaku telah menggeluti dunia kopi selama tiga tahun. Ia ingin terjun membuka usaha kedai kopi karena kecintaannya dengan kopi.

“Karena suka meracik, karena suka kopi,” ujarnya disela-sela pelatihan di Disnaker Cilegon, Selasa (9/6/2026).

Karena ingin fokus dengan usaha racik kopi, ia mengaku mengikuti pelatihan barista.

“Hanya memang suka masak dan bikin-bikin minuman kopi. Makanya ikut pelatihan ini,” ucap perempuan lulusan D1 itu.

Karina mengungkapkan, tidak begitu sulit mengikuti pelatihan barista karena dilatih oleh instruktur yang handal. Dengan dibekali pelatihan, kata Karina, kedepannya ia ingin membuka kedai kopi.

“Karena ingin kedepannya buka usaha,” terangnya.

Sementara, Kepala Disnaker Kota Cilegon, Sri Widayati mengatakan, animo masyarakat untuk mengikuti pelatihan barista cukup tinggi. Jumlah pendaftar sebanyak 50 orang lebih. Setelah seleksi administrasi peserta yang diterima sebanyak 16 orang. Sri mengatakan, dari jumlah peserta tersebut, salah satunya adalah penyandang disabilitas.

Hari ini, kata Sri, peserta melakukan praktek untuk meracik, menyajikan hingga melayani tamu.

“Tujuannya supaya adik-adik setelah pelatihan ini, mendapat pencerahan, bagaimana di kemudian hari membuat usaha, perizianan apa yang dibutuhkan, mereka mendapatkan gambarannya,” ucapnya.

Sri mengharapkan, peserta ketika nanti mendapat sertifikat sudah dapat langsung mengimplementasikan ilmunya. Diantara mereka, diharapkan dapat menjadi pengusaha dengan membuka usaha kedai kopi. Sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

“Kami berharap adik-adik, bukan mencari pekerjaan tetapi mereka menciptakan lapangan kerja,” harapnya. (Ronald/Red)