20.1 C
New York
Kamis, Juni 11, 2026
Beranda Peristiwa Lewat Jurnalis Mengajar, JPC Ajak Siswa MA Al I’anah Cilegon Tangkal Hoaks...

Lewat Jurnalis Mengajar, JPC Ajak Siswa MA Al I’anah Cilegon Tangkal Hoaks dan Disinformasi

0
76
Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo memberi sambutan sekaligus membuka Kegiatan Jurnalis Mengajar yang diinisiasi Jurnalis Parlemen Cilegon di MA Al I'anah, Kecamatan Ciwandan, Kamis (11/6/2026). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Awak media yang tergabung dalam Jurnalis Parlemen Cilegon (JPC) kembali menggelar program Jurnalis Mengajar. Hari ini, Kamis (11/6/2026), pelaksanaan program Jurnalis Mengajar yang ketujuh digelar di MA Al I’anah, Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan.

Dalam kegiatan itu, JPC memberikan pemahaman kepada Gen Z untuk melawan hoax dan disinformasi. Di mana, generasi muda saat ini, jadi salah satu pengguna internet terbesar.

Kegiatan dihadiri Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo. Jurnalis Mengajar terlaksana atas kerja sama JPC dengan PT Krakatau Baja Industri dan PT Krakatau Pipe Industri.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir pula Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kota Cilegon Agus Zulkarnain, Camat Ciwandan Agus Ariyadi, Ketua Yayasan Al I’anah Achmad Sulton, Kepala MA Al I’anah Alawi, Coprorate Secretary Manajer PT Krakata Baja Industri Vicky M Rosyad, Corporate Secretary Manajer Endang Purnamasari, anggota JPC, dewan guru MA Al I’anah, serta siswa-siswi kelas 11.

Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo mengapresiasi kegiatan Jurnalis mengajar yang diinisiasi JPC dan pihak industri. Menurut Fajar, kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk meningkatkan literasi informasi di kalangan generasi muda.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Jurnalis Parlemen Cilegon yang telah mengundang saya hadir dalam kegiatan ini. Terima kasih juga kepada Krakatau Pipe dan Krakatau Baja yang selama ini konsisten mendukung program ini. Semoga agenda ini terus berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat Cilegon,” ungkap Fajar.

Keterlibatan para jurnalis dalam memberikan edukasi kepada pelajar, Fajar menilai merupakan bentuk kontribusi nyata bagi dunia pendidikan. Ia berharap program tersebut dapat terus dievaluasi dan dikembangkan agar mampu menjawab kebutuhan generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.

“Kalau perlu nanti dilakukan evaluasi agar kegiatan ini semakin baik. Jika dibutuhkan materi yang lebih spesifik terkait jurnalistik maupun visual, saya dengan senang hati siap membantu. Intinya, Pemerintah Kota Cilegon akan terus mendukung kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti ini,” paparnya.

Fajar juga menegaskan jika Pemerintah Kota Cilegon berkomitmen untuk memperluas jangkauan program Jurnalis Mengajar agar dapat dirasakan oleh lebih banyak sekolah yakni dengan melakukan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, insan pers dan dunia industri.

“Saya akan menyiapkan dukungan untuk tahun-tahun berikutnya agar semakin banyak sekolah yang bisa mendapatkan manfaat dari program ini. Jadi, tidak hanya bergantung pada dukungan industri, tetapi juga ada kolaborasi yang lebih kuat dengan pemerintah,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Jurnalis Parlemen Cilegon Hairul Alwan mengungkapkan, program Jurnalis Mengajar merupakan agenda rutin tahunan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2021. Jurnalis Mengajar dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi insan pers dalam mendukung pendidikan dan peningkatan literasi media di kalangan pelajar.

“Jurnalis Mengajar ini merupakan program rutin Jurnalis Parlemen Cilegon sejak 2021. Tahun ini menjadi tahun kelima pelaksanaan program dan MA Al I’anah merupakan sekolah ketujuh yang kami kunjungi. Alhamdulillah, semoga kegiatan ini terus berlanjut ke depannya,” terangnya.

Program Jurnalis Mengajar, kata Alwan, awalnya tercetus dari diskusi sederhana para jurnalis yang ingin memberikan kontribusi lebih luas kepada masyarakat melalui kegiatan edukatif dimana para jurnalis ingin membekali para pelajar pemahaman dan keterampilan untuk memahami, menganalisis, serta menyaring informasi secara kritis di tengah derasnya arus informasi digital.

“Kami ingin berbagi tentang jurnalistik tulis, foto, dan video. Karena sekarang berada di era digital, kami juga ingin membekali para siswa agar mampu melawan hoaks dan disinformasi. Semoga apa yang kami bagikan dapat bermanfaat dan menjadi bekal bagi generasi muda dalam menyaring informasi secara bijak,” pungkasnya.

Sementara, Manager Corsec Krakatau Baja Industri (KBI), Vicky Mohamad Rosyad menjelaskan, pihaknya lewat kolaborasi kegiatan Jurnalis Mengajar mengajak Gen Z ikut serta memerangi distrupsi media, disinformasi hingga hoax, juga bertujuan meluruskan apapun yang beredar di dunia maya. Karena di era digital saat ini, kata Vicky, hampir semua lapisan masyarakat memegang gadget dan tersambung dengan internet, sehingga tidak ada lagi batasan.

“Ini era distruktif, karenanya kita menggandeng media, media garda terdepan menjaga kebenaran yang harus kita percayai. Kita punya sejarah yang peradaban rusak karena distruktif informasi,” ucapnya.

Dilokasi yang sama, Pengawasan Yayasan MA Al I’anah, Ahmad Sulthon mengharapkan, kegiatan Jurnalis Mengajar bisa rutin dilakukan ke pelajar maupun generasi muda. Selain bisa melawan hoaks, juga memberi pengetahuan baru tentang dunia jurnalistik.

“Meski fokus di pembangunan agama, tapi jurnalis ini juga sangat bermanfaat untuk menangkal berita-berita tidak benar. Jadi apabila ada berita, kita kroscek dulu, benar atau tidak,” pungkasnya. (Ronald/Red)