20.1 C
New York
Selasa, September 1, 2026
Beranda Pemerintahan Hingga Agustus 2026, Sebanyak 1.294 Paket Pengadaan di Cilegon Rampung Ditenderkan

Hingga Agustus 2026, Sebanyak 1.294 Paket Pengadaan di Cilegon Rampung Ditenderkan

0
30
Kepala Barjas Setda Kota Cilegon, Rommy Dwi Ramansyah. (Foto Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Sebanyak 1.294 paket pengadaan di Pemerintahan Kota (Pemkot) Cilegon mulai dari 1 Januari hingga 31 Agustus 2026 rampung ditenderkan.

Berdasarkan data dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon ada sebanyak 7.261 rencana paket pengadaan untuk tahun 2026. Dari jumlah tersebut, paket pengadaan yang telah rampung ditenderkan sebanyak 1.294 paket. Sementara paket pengadaan dalam proses sebanyak 111 paket dan belum proses 5.856 paket.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon, Rommy Dwi Ramansyah mengatakan, hingga dari awal tahun hingga Agustus 2026 paket yang telah diselesaikan mencapai 44 persen.

Untuk paket pengadaan jenis pengadaan barang yang sudah selesai sebanyak 350 paket atau mencapai 11, 3 persen, pengadaan jasa konsultasi sebanyak 122 paket atau mencapai 47,66 persen, jasa lainnya 622 paket atau mencapai 17 persen, pekerjaan konstruksi 200 paket atau mencapai 58,14 persen.

“Jadi rata-rata sekitar 44 persen paket yang telah selesai,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).

Rommy menyatakan, persentase tertinggi untuk paket pengadaan adalah paket pekerjaan konstruksi/fisik. Dari 344 paket, 200 paket diantaranya telah selesai, 18 paket dalam proses dan 126 paket belum proses.

“Untuk konstruksi sudah 58,14 persen, ada yang sedang berproses dan belum masuk,” ucapnya.

Rommy menjelaskan, terdapat sejumlah paket pengadaan pekerjaan konstruksi/fisik dengan nilai anggaran yang besar. Diantaranya paket pekerjaan pembangunan Puskesmas Grogol dan pembangunan ruang terbuka publik (RTP). Kemudian paket lainnya yang tengah proses yakni paket pembangunan lanjutan lima lantai RSUD dam pembangunan stadion mini.

“Untuk Puskesemas Grogol Rp 15,02 miliar kemudian ada dari Perkim, dua paket RTP, pertama Rp 4 miliar dan satu lagi Rp 200 juta juga sudah selesai. Sekarang yang menyusul ini RSUD dan juga kemungkinan minggu depan dari Dispora yakni stadion mini dan dari LH, pembangunan fasilitas air lindi,” ucapnya.

“Insya Allah di minggu depan sudah ditenderkan, sudah diproses lah dokumen, proses validasi. Insya Allah minggu depan kita tenderkan,” sambungnya.

Rommy mengaku, untuk pengadaan pekerjaan fisik pembangunan Puskesmas Grogol memang sebelumnya mengalami gagal tender. Namun setelah dilakukan tender ulang, paket tersebut saat ini sudah terdapat pemenang dan pekerjaannya tengah berjalan.

“Puskesmas Grogol gagal lelang tetapi akhirnya tender berikutnya sudah berjalan. Kendalanya, pesertanya tidak memenuh syarat. Tetapi setelah ditender ulang, baru itu ada yang memenuhi syarat. (Saat ini) sudah ada pemenangnya dan sudah berjalan pekerjaan kontruksinya, itu bangun baru,” ucapnya.

Rommy menyatakan, meski sudah terdapat paket pengadaan yang telah selesai namun masih ada sebagaian yang belum diproses. Hal itu terjadi karena terdapat sejumlah kendala diantaranya ada pada perencanaan awal.

“Informasi dari OPD, itu ada di perencanaan. Ada beberapa perencanannya masih berproses. Misalnya stadion mini, dari nilainya sekian miliar, ternyata anggarannya hanya Rp 5 miliar sedangkan total pagu diatas 5 miliar. Kemungkinan OPD ada kesulitan, dalam membagi. Mana yang tahap awal mana, kemudian tahap selanjutnya yang mana,” pungkasnya. (Ronald/Red)