20.1 C
New York
Minggu, September 6, 2026
Beranda Peristiwa Meski Gunung Anak Krakatau Erupsi, Obyek Wisata dan Hotel di Anyer-Cinangka Tetap...

Meski Gunung Anak Krakatau Erupsi, Obyek Wisata dan Hotel di Anyer-Cinangka Tetap Ramai Dipadati Pengunjung

0
70
Ribuan pengunjung padati Pantai Batu Saung, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu (6/9/2026). Meski ditengah kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau, obyek wisata di Anyer-Cinangka tetap ramai dipadati pengunjung. (Foto Ronald/Selatsunda.com)

SERANG, SSC – Gunung Anak Krakatau (GAK) yang ada di Perairan Selat Sunda, Provinsi Banten mengalami erupsi, beberapa hari terakhir. Meski terjadi erupsi, namun obyek wisata pantai dan hotel yang ada di Anyer dan sekitarnya masih ramai pengunjung.

Pada Minggu, (6/9/2026) terpantau di Pantai Batu Saung, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang diserbu pengunjung. Terlihat pengunjung bersantai dengan menggunakan tikar di halaman parkir. Kemudian ribuan pengunjung juga ramai memadati Pantai Batu Saung. Terlihat pengunjung berenang di pantai, sebagian berada di saung dan beberapa pengunjung juga terlihat bermain MPV dan aktivitas lainnya.

Pengunjung tak terlihat khawatir tetap berwisata dengan nyaman meski GAK terjadi erupsi.

Salah satu pengunjung di Pantai Batu Saung Cinangka, Yono mengaku, erupsi Gunung Anak Krakatau tak mengurungi niatnya untuk berwisata di Cinangka. Wisatawan asal Tangerang ini merasa berlibur di Cinangka, tergolong aman meski terdapat erupsi.

“Kalau menurut saya, masih aman sih Pak walaupun Gunung Anak Krakatau erupsi. Justru disini pas sampai ramai banget pengungjungnya,” ujar Yono

Yono heran melihat Pantai Cinangka dipadati ribuan pengungjung. Walaupun terjadi GAK erupsi.

“Heran juga, ramai banget disini. Itu berarti pengunjung tidak takut, tetapi tetap waspada,” paparnya.

Sementara, Perwakilan Hotel My Pisita Anyer Resort, Susi menyatakan, sejak terdapat aktivitas GAK erupsi, kondisi hotel tergolong aman. Dari pengunjung yang memesan kamar, tidak ada yang membatalkan.

“Semenjak ada aktivitas, itu tetap hunian tidak ada yang cancel. Cuman memang tidak seratus persen tersewa,” ucapnya.

Susi mengungkapkan, pada bulan Agustus dan September ini tingkat okupansi pengunjung hotel mencapai 50 persen. Menurutnya, tingkat okupansi di bulan itu normal. Ramainya okupansi biasanya terjadi di bulan Juli saat libur anak sekolah dan libur panjang akhir tahun.

“Kalau Sekarang terisi kurang lebih 50 persen. (Dua Bulan yakni Agustus-September) Belum (ramai), karena (ramai saat) musim libur anak sekolah itu Juli. Dibulan juli kemarin itu ramai karena libur anak sekolah dan akhir Desember, akhir tahun,” ucapnya.

Ia mengaku sempat ditanyakan oleh pengunjung terkait situasi GAK. Namun saat hendak pulang, pengunjung merasa aman berlibur tidak terpengaruh dengan ramai pemeritaan erupsi GAK.

“Kemarin itu ada tamu yang mau check in, menanyakan, aman nggak bu. Saya bilang aman. Pas pengunjung mau check out, kami tanyakan, gimana menurut Ibu, penungnjungnya menjawab, ternyata aman Bu, beritanya saja yang bikin was-was,” ucapnya.

Ia menjelaskan, 50 persen pengunjung yang menginap di hotel kebanyakan dari wilayah sekitar Banten.  

“Pengunjungnya dari sini-sini saja, ada yang dari Tangerang, Jakarta, Serang dan Cilegon,” pungkasnya. (Ronald/Red)