20.1 C
New York
Selasa, April 21, 2026
BerandaPemerintahanPlt Edi Ogah Ungkit Sejarah Panjang Masalah Jetty Lotte dan Pelabuhan Warnasari

Plt Edi Ogah Ungkit Sejarah Panjang Masalah Jetty Lotte dan Pelabuhan Warnasari

-

CILEGON, SSC – Jauh sebelum peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik PT Lotte Chemical Indonesia dilaksanakan pada Jumat (7/12/2018) hari ini, masalah lokasi jetty Lotte yang bersampingan dengan rencana Pelabuhan Warnasari sempat tegang.

Diketahui, rencana pembangunan Lotte sempat dibahas panjang oleh Pemerintah Kota Cilegon terutama tentang keberadaan jetty pabrik itu saat Tb Iman Ariadi menjabat sebagai Walikota Cilegon. Pembangunan Jetty Lotte ini ditolak karena lokasinya bersampingan dengan Pelabuhan Warnasari. Dalam pembahasan investasi Lotte, Pemkot juga diketahui sempat meminta agar bongkar muat material Lotte lewat jalur laut dapat melalui Pelabuhan Warnasari ketika pabrik itu beroperasi, dapat dikerjasamakan. Pasalnya, keinginan itu pun pupus setelah Edi Ariadi yang menjabat Plt Walikota mengganti Iman dipanggil oleh pihak Kementerian Perindustrian pada Senin, 6 November 2017, tahun lalu.

Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi yang dikonfirmasi menyatakan, persoalan yang lalu tidak perlu dibahas kembali. Masalah tersebut dinilainya telah selesai dipecahkan antara pusat dan daerah.

“Ngutik-ngutik saja. Yang udah lewat mah,  ngga usak di utak-utik. Kita tuh berpikir kedepan, jangan kebelakang,” ungkapnya usai groundbreaking Lotte.

Pada awalnya, papar Edi, ekspektasi terhadap Lotte untuk menggunakan Pelabuhan warnasari, dinilai terlalu berlebihan. Saat ini, Ia selaku kepala daerah harus berpikir realistis.

“Kitanya juga belum apa-apa kok sudah ngitung potensi pasar. Cilegonnya juga belum punya uang (membangun Pelabuhan Warnasari). Jadi harus berpikir realistis lah,” tandasnya.

Belajar dari pengalaman ini, pinta Edi, pemkot jangan sampai menghambat investasi yang masuk. Karena sampai saat ini, pelabuhan warnasari belum sama sekali terbangun.

“Jangan menahan investasi yang sudah datang, entar kita sendiri nggak maju. Iya kan. Kalau kita (pemkot) banyak uangnya, ya boleh. Ini hanya modal tanah doang,” tandasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini