SERANG, SSC – Presiden RI Joko Widodo langsung terjun ke lokasi korban Tsunami di Kabupatwen Pandeglang, Kabupaten Serang pada pukul 09.50 WIB. Orang nomor satu ini datang didampingi oleh Menteri Kesehatan, RI Nila Moeloek, Mentri PUPR RI Basuki Hadimuljono, Kapolri Tito Karnavian, Gubernur Banten Wahidin Halim dan Bupati Pangdeglang Irna Narulita.
Usai tiba di lokasi bencana, Jokowi langsung memantau penanganan para korban di Puskesmas Labuan, Hotel Carita dan selanjutnya akan beralih ke Rumah Sakit Pandeglang.
Presiden Jokowi mengintruksikan agar pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) segera menyediakan alat pendeteksi gempa (Early Warning Sistem) untuk masyarakat sehingga bisa diketahui oleh apabila terjadi bencana.
“Memamg saat ini kita belum bisa menyimpulkan bencana ini dari mana? Tapi, saya intruksikan kepada BMKG untuk segera menyediakan dan memberi alat penditeksi bencana Warning System untuk masyarakat agar cepat tahu jika terjadi bencana,” katanya,” Senin (24/12/2018).
Ia pun meminta agar pemerintah daerah (Pemda) Provinsi Banten berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk cepat melakukan penanganan di wilayah yang terkena dampak bencana.
“Pemda harus cepat berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar penataan daerah yang terkena dampak bencana cepat selesai dikerjakan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Serang Banten Fachrurrazi membantah jika BMKG tidak memiliki alat pendeteksi bencana gelombang Tsunami seperti yang dikatakan Presiden RI Jokowido.
“Kami (BMKG,red) sudah mempunyai alat pendeteksi yg tersebar di seluruh wilayah indonesia. Tapi untuk jumlah ril dan di tempatkan di mana saja, data itu tidak berada dalam kewenangan kami tapi ada di Kedeputian Geofisika BMKG Pusat,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengaku, jika BMKG masih belum memiliki alat pendeteksi Tsunami yg diakibatkan oleh aktivitas (non tektonik (vulkanik).
“Kalau alat aktivitas vulkanik sendiri (gn api) kewenangannya ada di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dibawah Kementrian ESDM,” pungkasnya. (Ully/Red)

