CILEGON, SSC – Warga yang tinggal di wilayah Kelurahan Purwakarta kerap menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba. Bencana itu diketahui bukan tanpa sebab. Keluhan warga soal banjir tersebut terjadi karena terdapat penyempitan di Sungai Kaligandu.
Lurah Purwakarta, Burhanudin mengatakan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi banjir di wilayah Kelurahan Purwakarta. Cara itu diantaranya Sungai Kaligandu perlu di normalisasi dan jembatan harus diperluas.
“Saya berharap, agar nomalisasi sungai dan perluasan ini bisa terwujud. Soalnya, ketika musim hujan wilayah kami sering menjadi langganan banjir. Jadi, sangat penting normalisasi sungai tersebut dilakukan,” kata Burhanudin usai kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kecamatan (Musrenbangcam) Purwakarta di Aula Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Selasa (29/1/2019).
Sebenarnya, kata Lurah yang kerap di sapa Burhan ini, panjang dan lebar Sungai Kaligandu tergolong luas. Hanya saja, penyempitan dimungkinkan terjadi karena banyaknya tumpukan sampah di sepanjang aliran sungai.
Diketahui, panjang sungai diperkirakan mencapai 900 hingga 1.000 meter persegi. Sungai ini menghubungkan tiga lingkungan di Kecamatan Purwakarta baik Lingkungan Kedaung di Kelurahan Tegal Bunder, Lingkungan Kaligandu di Kelurahan Purwakarta dan Komplek Taman Raya Cilegon di Kelurahan Gedong Dalem.
“Dari bencana banjir ini hampir 22 KK di lingkungan kami menjadi korban. Sebenarnya, informasi dari masyarakat di sini, sungai Kaligandu luas. Tapi enggak tahu penyebab kenapa bisa menyempit begini. Mungkin karena, tumpukan sampah yang membuat sungai ini menjadi sempit,” paparnya.
Selain normalisasi sungai, kata Burhan, banjir dapat juga di antisipasi dengan perluasan jembatan. Dengan cara ini, banjir air hujan tidak meluap dan merendam rumah warga.
“Dua hal ini yang menjadi penyebab seringnya banjir di tiga lingkungan ini. Saya kira, hal ini harus cepat-cepat dilakukan sehingga pada musim hujan tiba tidak terjadi banjir,” ujarnya.
Ia berharap, dua usulan yang disampaikan ini dapat terealisasi. Pihaknya berusaha agar usulan ini bisa direalisasi pada tahun 2020 mendatang.
“Saya berharap dengan dibangunya jembatan dan normalisasi ini tidak terjadi banjir kembali,” pungkasnya. (MG-01)

