CILEGON, Selatsunda.com – Kepala UPTD Pasar Blok F pada Disperindag Kota Cilegon, Supriyadi tak menampik jika alat pemadam kebakaran di Pasar Blok F minim. Dari total alat pemadam api ringan yang ada saat ini berjumlah 6 unit.
Kata Supriyadi, idealnya apar di Pasar Blok F dibutuhkan sebanyak 30 unit. Ia juga mengatakan, tidak hanya apar namun di Pasar Blok F juga tidak mempunyai jalur.
“Kalau dibilang memadai atau enggak alat pemadam kebakaran di sini (Pasar Blok), enggak memadai. Karena luas di Pasar blok F sendiri hampir 2 hektar dengan total 700 pedagang. Sementara kebutuhan apar di Pasar Blok F 30 unit,” kata Supriyadi ditemui di Pasar Blok F usai melakukan simulasi kebakaran, Rabu (12/10/2022).
Supri sapaam akrabnya ini mengaku, jika pihaknya telah mengajukan pengadaan kebutuhan alat kebakaran ke Disperindag.
“Pengajuan sudah kita minta ke dinas. Semoga aja terealisasi. Karena kebutuhannya banyak sekali jika ketika terjadi kebakaran,” tuturnya.
Ia menyatakan meski apar minim, namun upaya tanggap kebakaran telah dilakukan pihaknya. Salah satunya dengan membentuk tim penanganan kebakaran.
“Meskipun alat kebakaran kita minim, tapi, kami sudah membentuk tim penanganan kebakaran. Minimal, petugas kebakaranya dulu yang sigap dan mempuni. Buat apa ada alat kebakaran kalau timnya tidak ada,” ujarnya.
Senada dengan Supriyadi, Kasubag UPTD Pasar Blok F Yudhi Indryana sebanyak 20 anggota yang terdiri dari anggota keamanan, pedagang hingga petugas kebersihan ikut dalam kegiatan simulasi.
“Jadi tim inilah yang nantinya yang bertugas paling depan apabila terjadi kebakaran di Pasar Blok F. Jadi, ketika ada kebakaran, mereka sudah tahu bagainana cara menangani dan menggunakan alat-alat kebakaran tersebut,” pungkasnya. (Ully/Red)

