CILEGON, SSC – Walikota Cilegon Edi Ariadi mengaku hingga saat ini anggaran penanagan corona yang bersumber dari refocusing anggaran baru terserap 20 persen atau mencapi Rp 14,8 miliar dari total aanggaran sebesar Rp 74 miliar.
“Realiasinya baru 20 persen dari total alokasi anggaran sebesar Rp 74 miliar. Masih banyaklah uangnya,” kata Edi kepada awak media ditemui usai peresmian Dermaga IV Pelabuhan Merak, ASDP,” Senin (12/10/2020) kemarin.
Untuk mengoptimalkan anggaran Corona tersebut, sambung Edi, pemkot tengah menyiapkan anggaran Rp 3,4 miliar untuk kebutuhan tempat isolasi pasien bergejala Covid-19 di Trans Hotel Cilegon.
“Tadinya kan enggak ada untuk biaya isolasi mandiri dan tempat pemakanan untuk pasien corona. Jadi sekarang, kita alokasikan dari BTT (Biaya Tak Terduga) yang bersumber dari recofusing anggaran Rp 74 miliar ini. Enggak ada yang berubah kok. Hanya digeser-geser aja,” ujar Edi.
Anggaran sewa lokasi, kata Edi, akan dicairkan bila lokasi telah disetujui pihaknya.
“Kan BTT-nya baru mau saya tanda tangan, nanti boleh action setelah itu,” pungkasnya.
Sementara itu, Pj Sekda Kota Cilegon Maman Mauludin menjelaskan, pemkot pada anggaran BTT (Bantuan Tak Terduga) mengalokasikan biaya pemakaman untuk pasien covid-19 sebesar Rp 249.900.000.00. Serta penyediaan rumah isolasi mandiri sebesar Rp 2.762.429.000.00
“Suda kita (Pemkot) matangkan untuk alokasi anggaran tersebut. Tinggal nanti dari Walikota (Edi Ariadi,red) yang menyetujui angaran tersebut,” pungkasnya. (Ully/Red)

