Ilustrasi (fotografis Selatunda.com)

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon memastikan tidak akan melakukan pergeseran (refocusing) anggaran untuk penanganan Covid-19 dimasa Perpanjangan PPKM Darurat. Pemkot dalam penanganan tersebut masih menggunakan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 60 miliar yang sebelumnya telah di refocusing pada April 2021 lalu.

Untuk diketahui, Pemerintah Pusat memberi keleluasan kepada daerah melakukan refocusing dana transfer pusat untuk penanganan Covid-19. Sejalan dengan itu, Pemkot melakukan refocusing DAU dan DID.

Anggaran DID pada APBD 2021 Kota Cilegon sebesar Rp 46,9 miliar di refocusing 30 persen sebesar Rp 14,09 miliar. Sementara, anggaran DAU Rp 586 miliar di refocusing 8 persen sebesar Rp 46,88 miliar.

Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan, Pengendalian dan Evaluasi pada Bappeda Kota Cilegon, Teungku Herry mengakui, pemangkasan anggaran berdampak pada sejumlah kegiatan tidak terealisasi. Seperti,
pembebasan lahan/tanah untuk penyelenggaraan Jalan Lingkar Utara (JLU) yang bersumber dari DAU sebesar Rp 111 miliar dipangkas menjadi Rp 64,31 miliar.  Begitu juga pemangkasan DID untuk kegiatan rekonstruksi jalan dan lainnya.

Baca juga  Demo Hari Tani, Mahasiswa Cilegon Soroti Lahan Pertanian Menyusut Akibat Industri

“DAU itu kan ditransfer ke daerah. Di samping gajinya, ada untuk kebutuhan infrastruktur. Salah satunya untuk pembebasan jalan lahan JLU yang kita refocusing kan untuk penanganan Covid,”
ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (22/7/2021).

“Untuk yang (DAU untuk pembebasan lahan KLU) Rp 111 miliar, diambil sekitar Rp 46 miliar,” sambungnya.

Refocusing anggaran tersebut sudah sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah Dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 Dalam Rangka Mendukung Penanganan Pandemi Covid-19. Anggaran Rp 60 miliar yang dipangkas, lanjutnya dinilai cukup untuk menangani pandemi hingga PPKM Darurat yang saat ini diperpanjang.

“Kita mengikuti arahan Menkeu itu, kita mengasumsikan kebutuhan untuk penanganan Covid-19 (dari April) untuk 6 bulan ke depan. Anggaran refocusing sudah sesuai aturan tentunya sudah mencakup PPKM darurat dan perpanjangan ini,” terangnya.

Baca juga  Jelang Pemilu 2024, Partai-partai baru Sowan ke KPU Cilegon

Menurutnya, Pemkot dalam penanganan pandemi ini diperkirakan tidak akan melakukan refocusing anggaran kembali. Karena anggaran sebesar Rp 15 miliar bersumber dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) juga sudah disiapkan.

“Jadi tidak ada refocusing lagi, karena uangnya masih cukup menangani kondisi kedaruratan ini maupun sampai diperpanjang,” pungkasnya. (Ronald/Red)