Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, Erik Rebiin melakukan inspeksi ke sekolah-sekolah dasar di wilayah Kecamatan Pulomerak, Kamis (23/2/2023). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, Erik Rebiin nampak geram dengan kondisi 4 sekolah dasar negeri (SDN) di wilayah Pulomerak cukup memprihatinkan. Hal ini dikatakannya setelah melakukan inspeksi mendadak SD Merak, SD Taman Sari 2, SD Taman Sari 3 dan SD Taman Sari 4 di wilayah Kecamatan Pulomerak, Kamis (23/2/2023).

Dari hasil sidak ini, Erik menemukan kondisi sekolah sudah tidak layak untuk belajar mengajar dalam satu lingkungan berdempetan dengan sekolah lain.

“Pas saya cek ke lokasi, di situ ada satu sekolah numpuk dan berdempetan yang memang tidak layak. Apalagi, ruangan kelas tersebut tidak memiliki sirkulasi udara, ruang kantor guru pun cukup pengap dan bau. Kondisi ini cukup berbahaya buat para guru dan siswa. Coba kalau gedung sekolah tersebut ambruk otomatis anak-anak tidak bisa keluar untuk menyelematkan diri karena itu tembok sekolah satu menumpang dengan sekolah disebelahnya,” kata Erik Rebiin kepada Selatsunda.com, Kamis (23/2/2023).

Baca juga  Selama Lebaran, Volume Sampah di Cilegon Naik Hingga 15 Persen

Dengan kondisi tersebut, sambung politisi Partai Nasdem ini mendesak agar Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon untuk segera merelokasi keempat sekolah tersebut.

“Saya minta Pemkot Cilegon segera merelokasi sekolah-sekolah tersebut. Lokasi sekolah di sana, memang sudah tidak layak lagi untuk belajar mengajar. Dari sisi kesehatan untuk siswa yang belajar di sana pun semakin tidak bagus. Pemkot semestinya lebih tahu dan paham di mana lokasi untuk merelokasi sekolah-sekolah tersebut,” tegas Erik.

Erik yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Nasdem pun mempertanyakan keberhasilan Pemkot Cilegon yang mengklaim berhasil membangun SMP Negeri dan program beasiswa full sarjana sementara pendidikan dan kondisi sekolah dasar di Cilegon masih memprihatinkan.

Baca juga  Soal Layanan Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak Kisruh, Ketua Gapasdap Togar Buka Suara

“Jadi apalah daya, pemerintah kita teriak-teriak dengan bangganya  berhasil membangun smp negeri dan beasiswa, sementara sekolah dasar aja justru diabaikan tidak jadi prioritas pemerintah,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Suhendi menjelaskan, Dinas Pendidikan (Dindik) Cilegon tidak bisa melakukan relokasi ke 4 sekolah yang ada di wilayah Pulomerak tersebut. Relokasi sekolah bisa dilakukan apabila sekolah tersebut melebihi daya tampung serta jumlah penduduk di wilayah tersebut meningkat.

“Kalau di sekolah tersebut masih mampu menampung calon siswa berarti sekolah tersebut masih tetap ada. Penambahan sekolah pun bergantung pada jumlah penduduk. Artinya, kalau sekolah tersebut sudah tidak tertampung dan zonasinya jauh memungkinkan ada penambahan. Kalau pun daya tampung di sekolah tersebut masih bisa menampung berarti tidak bisa ada penambahan di sana,” pungkasnya. (Ully/Red)