Banjir rendam Perumahan Metro Cilegon, tahun lalu. (Foto Dok Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon diminta serius menangani persoalan banjir yang sering terjadi di Kecamatan Jombang.

Anggota DPRD Kota Cilegon, Qoidatul Sitta mendesak agar Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Cilegon segera mencari solusi yang kongkret. Titik banjir seperti yang terjadi di Metro, Taman Raya, Pal Asem, Suka Damai, kemudian Pegantungan, Sawah Besar, harus ditangani. Jangan sampai masyarakat kembali terdampak seperti banjir yang sebelumnya terjadi.

“Akibat dari kurang seriusnya PU menangani banjir, warga juga yang terkena dampak dari bencana banjir ini,” kata Sitta usai menghadiri kegiatan di Kantor Diskominfo Kota Cilegon, Rabu (6/10/2021).

Sitta sapaan akrabnya mendesak, agar Dinas PUTR dan dinas lainnya yang terkait memiliki strategi pengendalian banjir yang komprehensif di wilayah Jombang.

Baca juga  Korban Laka Truk Tangki Kimia di Tol Merak Dirawat di 2 Rumah Sakit, 23 Orang Diizinkan Pulang

“Saya berharap untuk dinas terkait terutama PU maupun Perkim agar bisa melakukan strategi-strategi untuk mengupayakan agar tidak terjadinya kebanjiran. Dengan cara membuat sumur resapan, pembuatan tanggul atau tandon atau TPT (tembok penahan tanah) jadi untuk mengurangi kebanjiran,” ujarnya.

Politisi PKS ini mengaku, memang perbaikan tanggul di wilayah Kecamatan Jombang dan Kecamatan Purwakarta sempat tertunda karena pandemi Covid-19. Ia berharap, perbaikan tersebut dapat terealisasi pada tahun ini.

“Perbaikan tanggul di titik banjir di Kota Cilegon di daerah Taman Raya, Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang mudah-mudahan bisa terealisasi lagi karena sempat (tertunda) pembangunan sebelumnya. Sudah ada di tahun lalu, tapi belum tuntas karena anggarannya di refocusing buat penanganan Covid-19. Jadi Alhamdulillah di 2021 akan terealisasi untuk pembangunan tanggul,” pungkasnya. (Ully/Red)