Banjir rendam Perumahan Metro Cilegon, tahun lalu. (Foto Dok Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Kota Cilegon mengaku telah menangani persoalan banjir di wilayah Jombang dengan serius. Hal ini disampaikan menanggapi pernyataan Anggota DPRD Kota Cilegon, Qoidatul Sitta.

Kabid Sumber Daya Air DPUTR Cilegon Ana Maulana mengatakan, pihaknya saat ini sudah bertahap menangani banjir di Jombang salah satunya rencana pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) Kali Tempe yang ada di Lingkungan Taman Raya.

“Pembangunan TPT menggunakan APBD Perubahan 2021 senilai Rp 190 juta,” ujar Ana saat ditemui di kantornya, Kamis (7/10/2021).

Ia mengaku, di wilayah tersebut memang kerap langganan banjir. Karena TPT yang ada hanya setinggi 0,5 meter. Kemudian juga karena adanya Tol Tangerang-Merak, kali menjadi menyempit.

Baca juga  Duarr! Ibu Hamil di Anyer Serang Jadi Korban Sambaran Petir

Dengan adanya rencana peninggian TPT menjadi 1,5 meter, banjir setidaknya bisa diminimalisir.

“Upaya yang dilakukan sekarang ini dengan peninggian TPT-nya,” terangnya.

Ia menyatakan, untuk wilayah di Jombang yang berpotensi rawan banjir ada sebanyak 96 titiktitik diantaranya Lingkungan awah Besar dan Rokal. Upaya untuk mencegah banjir rutin dilakukan dengan menormalisasi daerah aliran sungai (das).

Sebelumnya, Pemerintah Kota Cilegon diminta serius menangani persoalan banjir yang sering terjadi di Kecamatan Jombang.

Anggota DPRD Kota Cilegon, Qoidatul Sitta mendesak agar Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Cilegon segera mencari solusi yang kongkret.

Titik banjir seperti yang terjadi di Metro, Taman Raya, Pal Asem, Suka Damai, kemudian Pegantungan, Sawah Besar, harus ditangani. Jangan sampai masyarakat kembali terdampak seperti banjir yang sebelumnya terjadi. (Ully/Red)