Kondisi ruangan buku yang sempati di Gedung Perpustakaan Cilegon, Rabu (6/10/2021). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Cilegon Nurfatmah mengaku cukup malu dengan gedung perpustakaan yang sempit dan tidak representatif. Bahkan malu makin menjadi bila tetesan air menggenangi ruangan kala terjadi hujan.

Hal ini diungkapkan Nurfatmah setelah mendapat berbagai keluhan dari pengunjung yang tidak nyaman saat mengunjungi  Gedung Perpustakaan Cilegon.

“Iyah malu saja kalau pengunjung datang ke sini. Mereka bilang kalau kondisi kantor di sini enggak nyaman. Kantornya sempit perlu diperluas lagi. Ada yang bilang juga tempatnya kurang enak. Kayak begini buat kita enggak enak. Apalagi lokasi perpustakaan di pusat kota lho. Apalagi kalau hujan, kantor bocor semua benda serba Rp 5 ribu keluar semua buat nadahin air,” kata Nurfatmah kepada Selatsunda.com, Rabu (6/10/2021).

Baca juga  Banting Stir Jadi Restoran, Segel Tiga Tempat Hiburan Malam Dibuka

Kondisi memprihatinkan tidak hanya pada fasilitas gedung perpustakaan. Sambung Nurfatmah, jumlah kendaraan operasional Pusling (Perpustakaan Keliling) di 8 kecamatan juga masih belum ideal. Hingga saat ini, pusling di Cilegon baru ada 3 kendaraan.

“Sekarang ada 3 unit. Butuh 5 lagi kendaraan. Ini kan sesuai dengan motor Walikota dan Wakil Walikota Cilegon mewujudkan kota modern, baru dan bermartabat. Kalau baru, semuanya pun harus baru,” sambungnya.

Senada dengan Nurfatmah, Sekretaris Dinas DPAD Cilegon Upu Tripuspa mengungkapkan, jika dibandingkan dengan perpustakaan di kabupaten/kota di Provinsi Banten, perpustakaan di Kota Cilegon cukup menyedihkan.

“Tahun lalu kan, Cilegon mau dikasih anggaran sama pusat sebesar Rp 10 miliar. Tapi terbentur kantor kita tak layak. Jadi Rp 10 miliar buat kota/kabupaten lain.
Kalau ujung-ujungnya terbentur lokasi atau lahan, enggak akan ketemu-ketemu. Kalau memang kantor ini layak dibenahi kenapa enggak. Keinginan kami sih, kantor ini dibuat lantai 3. Lantai bawah untuk baca para pengunjung. Kalau sekarang kondisinya sempit banget,” papar Upu.

Baca juga  KONI Cilegon Temukan 8 Cabor Terindikasi Berkegiatan Fiktif, Ini Reaksi Walikota Helldy

Upu sapaan akrabnya ini juga mengungkapkan, meski kondisi kantor perpustakaan memprihatinkan, pihaknya tetap membuktikan bisa berprestasi dengan meraih juara 1 tingkat nasional untuk lomba Lembaga Kearsipan Daerah tentang Penyelamatan Restorasi Asip dari Bencana Banjir.

“Yah kantor boleh begini (memprihatinkan) tapi prestasi kami sudah tingkat nasional,” pungkasnya. (Ully/Red)