Angin kencang, gelombang dan hujan deras menerjang Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Minggu (1/11/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Angin kencang, gelombang dan hujan deras menerjang Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Minggu (1/11/2020). Kondisi yang terjadi saat arus balik Libur Panjang Hari Maulid Nabi ini mengakibatkan kapal yang sandar dan labuh mengalami keterlambatan.

Pantauan Selatsunda.com dilokasi, cuaca tidak bersahabat ini terjadi sejak sore tadi. Angin kencang terpantau menghantam 7 dermaga di Pelabuhan Merak. Terlihat di Dermaga 1, angin kencang dengan gelombang menghempas fender dan dolphin. Debur ombak juga terlihat menghantam breakwater Dermaga 1.

Ombak terhempas setelah menghantam breakwater dermaga 1, Pelabuhan Merak

Angin kencang juga menghempas air laut hingga terdampak ke area pedagang yang berjualan di Dermaga 2. Sekitar pukul 21.30 WIB, kondisi di Pelabuhan Merak kemudian diguyur hujan deras.

Baca juga  Rusunawa Margaluyu Mulai Diisi Pasien Corona

General Manajer PT ASDP Cabang Merak, Hasan Lessy mengatakan, angin menerjang Pelabuhan Merak tergolong cukup kencang dengan kecepatan mencapai 20 knot. Sementara gelombang masih tergolong rendah dengan ketinggian antara 0,25 hingga 1,25 meter.

“Cuaca memang ada terjadi gelombang dan angin. Angin kencang dan gelombang juga kurang lebih setengah sampai satu meter,” ungkap GM saat ditemui di Pelabuhan Merak.

Hujan deras mengguyur Pelabuhan Merak

Ia menyatakan, kondisi tersebut tidak menganggu perjalanan kapal dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak. Begitu juga saat proses bongkar dan muat penumpang. Namun diakui cuaca mengakibatkan kapal saat sandar dan labuh mengalami keterlambatan sekitar 10 menit lebih.

“Bongkar muat (penumpang) tidak ada kendala. Artinya kendalanya pasti di jadwal tidak tepat waktu karena angin kencang, olah geraknya meleset karena kondisi alam kurang bersahabat,” paparnya.

Baca juga  Teken MoU, Kejari Cilegon Kawal Kredit Macet Milik BJB

“Ada (kapal sandar dan labuh terlambat) 10 menit, ada yang lebih 10 menit,” tambahnya.

Untuk memaksimalkan pelayanan, Pelabuhan Merak mengoperasikan 31 kapal. Untuk mengantisipasi cuaca buruk, pihaknya meminta kepada nakoda kapal ASDP dan kapal perusahaan pelayaran lain tetap meningkatkan kewaspadaan saat berlayar.

“Dalam kondisi alam seperti ini (nakoda) harus hati-hati olah gerak masuk keluar kapal,” harapnya. (Ronald/Red)