20.1 C
New York
Sabtu, Mei 2, 2026
BerandaPeristiwaAngin Puting Beliung Sapu Selat Sunda, BMKG: Berlangsung 5-10 Menit, Tidak Ganggu...

Angin Puting Beliung Sapu Selat Sunda, BMKG: Berlangsung 5-10 Menit, Tidak Ganggu Pelayaran

-

CILEGON, SSC – Angin puting beliung menghantam Perairan Selat Sunda, Provinsi Banten pada Jumat (18/6/2021). Fenomena alam berupa Awan Cumulonimbus (CB) ini terdeteksi oleh radar Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Kota Serang.

“Memang betul, itu puting beliung, itu fenomena alam. Kami mendeteksinya sel awan cumulonimbus-nya. Itu dari radar, ada sel awan awan cumulonimbus,” ujar Koordinator Data dan Informasi pada BMKG Kelas 1 Serang Tarjono saat dikonfirmasi.

Tarjono menyatakan, hingga pasca kejadian belum ada laporan kepada pihaknya mengenai pelaku pelayaran atau nelayan yang terkena awan CB.

“Sampai saat ini belum ada kerusakan dan korban jiwa,” terangnya.

Ia mengungkapkan, awan tersebut berlangsung tidak terlalu lama hanya sekitar 5-10 menit. Sehingga tidak menganggu arus lalu lintas pelayaran.

“Itu peristiwa alam biasa yang durasinya tidak terlalu lama berkisar antara 5-10 menit. Jadi boleh dibilang tidak mengganggu alur pelayaran,” ungkapnya.

Kata Tarjono, sebenarnya potensi sel awan CB sejak siang tadi saat hujan turun di wilayah Jabotabek, Tangerang dan beberapa wilayah di Banten sudah terpantau oleh radar BMKG. Sel awan CB itu terjadi di Cilegon karena kondisi tekanan udara yang labil.

“Adanya memang terjadi pada kondisi tekanan udara yang labil sehingga bisa berbentuk awan Cumulonimbus,” paparnya.

Ia menjelaskan, awan CB memang sama seperti jenis awan lainnya hanya saja awan tersebut tergolong  jenis awan konseptif atau awan rendah. Di mana awan CB mengandung banyak uap air dan mengandung sel kelistrikan.

Awan CB, kata dia, jika terjadi di darat bisa memporak-porandakan suatu benda seperti rumah, pohon dan lainnya. Jika terjadi di laut, awan tersebut kemungkinan bisa mengakibatkan kapal oleng namun tidak sampai terbalik.

“Kalau kapal terkena itu oleng lah. Tapi sampai terbalik, kemungkinannya tidak,” paparnya.

Pihaknya mengimbau agar pelaku pelayaran khususnya nelayan jika melihat tanda-tanda awan CB agar tidak beraktivitas melaut. Seluruh pelaku kemaritiman diminta tetap hati-hati dan waspada.

“Pelaku pelayaran atau nelayan yang melihat
Awan CB itu, ciri-cirinya kan bisa dilihat, kalau melihat, para nelayan tidak beraktivitas dan tidak berlayar,” imbaunya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2