20.1 C
New York
Jumat, April 17, 2026
BerandaPeristiwaAntisipasi Bencana, Pemkot Cilegon Gelar Apel kesiapsiagaan

Antisipasi Bencana, Pemkot Cilegon Gelar Apel kesiapsiagaan

-

CILEGON, Selatsunda.com – Pemerintah Kota Cilegon mulai melakukan kesiapsiagaan dalam upaya antisipasi bencana alam di Kota Cilegon. Salah satunya dengan menggelar Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Kontijensi Bencana Tahun 2022, Rabu (26/10/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian memberi pengarahan. Arahan itu menyangkut 3 pendoman untuk memperkuat kesiapsiagaan.

“Ada 3 pedoman untuk mempersiapkan kesiapsiagaan, diantara lain, tingkatkan kewaspadaan dan kesiapan diri maupun satuan, membangun komunikasi dan sinergitas dengan instansi terkait dan seluruh komponen masyarakat dan terakhir tingkatkan kemampuan personel dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam, dan melakukan pemeliharaan peralatan yang sudah dimiliki,” ungkapnya.

Kata Helldy, apel yang diselenggarakan merupakan tahapan penting untuk memastikan kesiapan kelengkapan personel dan perlengkapan sarana prasarana. Di mana jika bencana terjadi sewaktu-waktu telah siap jika diperlukan.

Helldy juga berharap melalui pelaksanaan apel ini dapat dirumuskan langkah-langkah untuk mengantisipasi bencana.

“Melalui apel ini juga saya mengharapkan dapat dirumuskan dan diterapkan langkah-langkah yang tepat guna untuk mengantisipasi bencana alam yang dapat mengakibatkan bencana industri di Kota Cilegon,” ungkapnya.

Sementara, Kepala BPBD Kota Cilegon, Nikmatullah mengatakan, pihaknya mulai memetakan wilayah yang rawan bencana terutama bencana banjir dan tanah longsor. Sedikitnya ada lima kecamatan di Kota Cilegon yang perlu mewaspadai potensi bencana banjir dan tanah longsor.

“Beberapa lokasi yang sering terjadi bencana longsor dan banjir, yakni di Kecamatan Grogol, Kecamatan Pulomerak, Kecamatan Ciwandan, Kecamatan Cilegon dan Kecamatan Jombang,” kata Nikmatullah.

Nikmatullah menyatakan, dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi tahun ini, biasanya dua kejadian tersebut yang sangat diwaspadai.

“Biasanya yang menjadi ancaman saat cuaca buruk itu bencana banjir dan tanah longsor yang harus lebih diwaspadai. Karena setiap tahunnya, kalau cuaca buruk biasanya yang sering terjadi itu, yaitu, banjir dan tanah longsor,”tuturnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang menyebabkan banjir dan longsor terjadi. Untuk wilayah yang berpotensi longsor biasanya disebabkan karena kondisi pembuatan turap yang kurang bagus sehingga membuat air keluar dari atas. Sedangkan banjir disebabkan karena saluran air menjadi sempit akibat masyarakat membuang sampah sembarangan.

“Sedangkan, kalau banjir sendiri, karena kesadaran masyarakat membuang sampah sembarangan masih cukup rendah di tambah lagi, kondisi solokan justru dibuat dipersempit oleh manusia,” terangnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen