Marine inspector mengecek peralatan keselamatan di atas kapal di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Untuk mengantisipasi  fenomena La Lina, Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan Kelas 1 Banten Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengeluarkan Surat Edaran tentang Kewaspadaan Cuaca Buruk di Perairan Banten.

Surat Edaran bernomor UM.003/34/4/KSOP-BTN 2020 ditandatangani oleh Kepala KSOP Banten, Vicktor Vikki Sibroto tertanggal 26 Oktober 2020. Dalam surat,
seluruh perusahaan pelayaran
Keagenan pelayaran, operator kapal dan nakhoda kapal diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengantisipasi hujan lebat dan angin kencang dampak iklim La Nina yang dapat membatasi pandangan di laut.

“Jadi peringatan pada nahkoda memperhatikan cuaca enam jam sebelum melakukan pelayaran. Dalam pelayarannya jika, ada masalah, badai atau cuaca ekstrem, maka nahkoda harus cepat mencari perlindungan untuk menyelamatkan kapal,” ujar Kasie Penyelamatan Berlayar Kelas 1 KSOP Banten, Ganefo ditemui di kantornya, Senin (26/10/2020).

Ia menyatakan, pelaku usaha pelayaran diminta untuk memperhatikan beberapa hal. Diantaranya, memonitor dan memantau berita cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Melakukan pemantauan kondisi cuaca sekurang-kurangnya 6 (enam) jam sebelum kapal berlayar dan melaporkan hasilnya kepada Syahbandar pada saat mengajukan Permohonan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

Baca juga  Warga Cilegon Keluhkan Lampu Penerangan PJU di JLS Banyak Yang Mati
Kasi Penyelamatan Berlayar KSOP Banten, Ganefo didampingi Kasi Sertifikasi Kapal, Yudhi Kusmianto dan Kepala Pos PPM, Suharso saat di Kantor KSOP Banten

Selanjutnya, memastikan kondisi kapal laik laut dengan pemenuhan persyaratan kelaiklautan kapal terhadap alat-alat keselamatan, peralatan navigasi, permesinan, pengawakan, kemudi, alat-alat
pemadam, stabilitas kapal, lashing muatan, persedian bahan bakar dan air tawar.

Ia menerangkan, apabila dalam pelayaran mendapat cuaca buruk, Nakhoda kapal segera mencari tempat aman berlindung (shelter) dengan ketentuan kapal harus tetap siap digerakkan.

Setiap kapal yang berlindung wajib segera melaporkan kepada Syahbandar, VTS, dan STC terdekat, dan menginformasikan posisi kapal, keadaan kondisi kapal serta hal-hal penting lainnya.

Dalam kondisi tersebut, Kepala Pos Kesyahbandaran Pelabuhan Penyeberangan Merak (PPM) selaku penanggung jawab pemberangkatan kapal, akan terus mengingatkan untuk mengantisipasi keberangkatan kapal saat terjadi cuaca buruk.

“Kepala Pos PPM akan memberi peringatan dini bagi kapal, apabila ditemukan cuaca buruk dan tidak akan memberangkatkan kapal dalam kondisi buruk,” tuturnya.

Selain itu, pelaku usaha pelayaran juga wajib mematuhi aturan yang berkaitan dengan cara berlalu lintas, alur pelayaran, system rute (TSS) dan sarana bantu navigasi pelayaran.

Ia menyatakan, pihaknya mengenai informasi yang diperoleh dari BMKG bahwa La Nina diprediksi akan terjadi hingga awal Januari 2021. Ia kembali mengingatkan agar seluruh pelaku pelayaran tetap meningkatkan kewaspadaannya.

Baca juga  Pelantikan Sekda Kota Serang Tunggu Persetujuan KASN

“Peringatan dini sampai awal Januari 2021. Jadi kita selalu mengingatkan dan memghimbau ke nahkoda serta awak kapal,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Sertifikasi Kapal KSOP Kelas 1 Banten, Yudi Kusmiyanto menambahkan, jumlah kapal yang tersedia di Pelabuhan Merak sebanyak 72 kapal.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 kapal siap beroperasi dan 10 kapal lainnya dalam keadaan doking, serta dua kapal lain rusak.

“Untuk kondisi saat ini kita sudah melakukan pengecekan kapal sejak Agustus hingga Oktober. 30 kapal berada dalam kelayakan dan dapat beroperasi setiap harinya, sedangkan sisanya masih kita Rhino check,” paparnya.

Ia merangkan, dari 30 kapal yang di ramp check telah dinyatakan laik dan bisa beroperasi untuk melayani penyeberangan penumpang Pelabuhan Merak khususnya menghadapi Libur panjang Akhir Oktober 2020 nanti.

“Peralatan keselamatan kapal sendiri sudah terpenuhi. Kita hanya kekurangan alat pemadam saja. Tetapi sudah dipenuhi oleh agen kapal dan operator,” pungkasnya. (Ronald/Red)