CILEGON, SSC – Kaburnya salah satu warga negara asing (WNA) asal Cina yang menjadi nnarapidana Lapas Kelas I Tangerang menjadi perhatian banyak pihak. Salah satunya Lapas Kelas IIA Cilegon yang meningkatkan pengamanan di dalam lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Sumaryo mengatakan, berbagai upaya antisipasi dilakukan supaya para napi tidak keluar dari tahanan. Yakni, dengan melakukan pengawasan ketat terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menggunakan 48 unit CCTV. Alat tersebut dipasang di area yang rawan kaburnya tahanan.
“CCTV total ada 48 titik, memantau 24 jam. Dititik riskan juga di tambahin, di sel pengamanan maksimum itu satu kamar atau CCTV. Namanya penjara, sebenarnya semua titik rawan, jadi semua titik kita petakan,” kata Sumaryo,” kata Sumaryo kepada Selatsunda.com ditemui di Lapas Cilegon,” Senin (21/9/2020).
Menurut pria disapa Karyo ini menyatakan, baik ada atau pun tidak terjadi kejadian seperti di Lapas Tangerang tetap pengamanan ditingatkan. Titik-titik di Lapas yang memiliki luas bagunan 14 hektar dan menampung 1.247 narapidana ini tetap dideteksi dini.
“Urgen dan tidak urgen kita waspada, semua titik sudah kita lakukan deteksi dini, kita juga lakukan peremajaan besi yang sudah berkarat kita ganti juga,” terangnya.
Lanjut Maryo jika, setiap hari seluruh petugas selalu melakukan pengecekan secara detail di setiap blok kamar para tahanan. Pengecekan ini dilakukan untuk mengantisipasi tembok yang retak hingga besi berkarat, maka segera diperbaiki.
“Titik tertentu terus kita pantau, jadi semua muter, mulai pager, tembok, blok hunian kita keliling. Semuanya kita cek, pintunya, temboknya, lantainya, tempat tidur mereka,” pungkasnya. (Ully/Red)

