Personil polisi tengah mencoba alat mitigasi bencana,” Rabu (10/11/2021). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Polres Cilegon telah menyiapkan strategi mitigasi bencana menghadapi fenomena La Nina. Strategi itu dilakukan dengan menyiapkan kesiagaan personel dan peralatan yang digunakan.

Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono usai menggelar apel gelar kesiapsiagaan akhir tahun 2021 menyatakan, strategi mitigasi bencana sangat penting disiapkan.

Selain personel, Polres juga telah mempersiapkan sejumlah peralatan seperti alat berat eskavator yang disiapkan bilamana sewaktu-waktu terjadi bencana longsor. Selain itu, Polres juga menyiapkan alat seperti perahu, mobil kecil, alat penyedot air, senso dan alat lainnya.

Kapolres Cilegon AKPB Sigit Haryono didampingi Wakil Walikota Cilegon tengah memastikan peralatan mitigasi bencana siap digunakan,” Rabu (10/11/2021). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

“Personel kita sudah siap. Dan saya ingin menghadirkan ada alat ekskavator sebenarnya. Alat ini penting, kenapa penting, jadi jika terjadi tanah longsor bisa menggunakan alat tersebut. Kalau tanpa alat berat itu sangat sulit. Kalau untuk alat-alat minimal,” kata Kapolres kepada awak media usai apel bersama digelar di depan Mapolres Cilegon, Rabu (10/11/2021).

Baca juga  Tembok Penahan Tanah di Cupas Kulon Grogol Ambrol

Untuk mempersiapkan alat berat eskavator, pihaknya akan meminta partisipasi pihak industri.

“Nanti kita minta kerelaaan dari mereka (pihak industri) agar bisa memberikan alat berat itu atau alat lainya jika terjadi bencana,” ujar Sigit.
Terkait dengan kesiagaan personel, kata Kapolres, telah disiapkan dengan matang. Termasuk menyiapkan strategi cepat yakni berkoordinasi dengan pihak terkait bilamana terjadi bencana.

“Masing-masing personil sudah saling kenal, mereka sering kumpul. Ketika dalam menangani bencana semua bisa berjalan. Contoh, jika menemukan korban butuh darah, PMI bisa membantu. Begitu juga personel Lantas Polres Cilegon, mereka yang mengamankan jalur. Jadi semua personil sudah siap untuk berkaloborasi masyarakat Cilegon jika terjadi bencana,” lanjutnya.

Baca juga  Komunitas Difabel di Cilegon Butuh Perda Pelindungan Disabilitas

Ditempat yang sama, Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta mengungkapkan, terdapat beberapa titik di Cilegon yang sering terjadi banjir manakala intensitas hujan tinggi. Seperti di wilayah Merak, Cibeber dan Ciwandan.

“Mudah-mudahan tabun ini tidak ada banjir. Kalaupun terjadi banjir masih bisa kita tangani. Saya juga mengajak kepada masyarakat untuk menghindari perilaku yang menyebabkan terjadinya bencana,” kata Sanuji.

Sejauh ini, kata Politisi PKS, Pemkot telah menyiapkan 60 persen buffer stok dan alat-alat kebencanaan. Akan tetapi, peralatan tersebut harus lebih ditingkatkan sebelum terjadi bencana yang akan terjadi. (Ully/Red)