Penyemprotan disinfektan di Alun-alun Cilegon. (Foto Dok Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon meminta Pemkot Cilegon membuka Alun-alun agar pedagang dapat berjualan.

Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (hearing) antara Komisi IV DPRD Cilegon bersama dengan Perkumpulan Pedagang Kota Cilegon (Perpekoci) di DPRD Cilegon, Rabu (10/11/2021).

Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon, Erik Airlangga mengatakan, secara prinsip DPRD  mengizinkan para pedagang berjualan di Alun-alun. Mengingat, ruang publik lain seperti CFD (care free day) dan kolam renang juga telah dibuka.

“Kita udah izinkan Alun-alun dibuka kembali. Nanti, kita (DPRD Cilegon) akan melayangkan surat permohonan kepada walikota (Helldy Agustian) agar Alun-alun dibuka untuk para pedagang,” kata Erik kepada Selatsunda.com usai hearing.

Baca juga  Komunitas Difabel di Cilegon Butuh Perda Pelindungan Disabilitas

Meskipun nanti dibuka, Erik meminta agar dinas terkait pun tetap memperhatikan protokol kesehatan serta bisa menerapkan scandbarcode di setiap pintu masuk di alun-alun.

“Bisa pake scan barcode atau pembahasan pengunjug lah,” ujarnya.

Tak hanya menerapkan protokol kesehatan, politisi Partai Golkar ini juga meminta agar dinas terkait bisa serius menangani persoalan-persoalan yang kerap terjadi di eks lahan KS itu.

“Masyarakat harus dirangkul dengan benar.  Jangan sampai ada keributan atau segala macem. Yang sudah-sudah kan seperti itu. Contoh saja persoalan parkir. Parkir kan bisa di tempatkan di Kantor Walikota atau di DPRD,” pintanya.

Sementara itu, Plt Sekdis Disperkim Cilegon, Edi Endarto mengatakan, usai hearing, Kepala Disperkim Cilegon, Buckhori akan menyampaikan laporan tersebut ke Walikota Cilegon, Helldy Agustian untuk segera ditindaklanjuti.

Baca juga  Tembok Penahan Tanah di Cupas Kulon Grogol Ambrol

“Nanti pak kadis yang melaporkan hasil rapat ke pak walikota. Sehingga nanti pak wali yang menentukan apakah Alun-alun bisa dibuka atau tidak?,” jelas Edi.

Kata Edi, saat ini Disperkim tengah merehab embaran/atap plafon milik para pedagang.

“Semua tengah kita rehab. Tinggal nanti keputusan dari walikota,” pungkasnya. (Ully/Red)