Suasana bongkar muat kendaraan penumpang di Dermaga Eksekutif, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Selasa (2/1/2024). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Arus balik penumpang yang kembali dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Merak, Kota Cilegon terpantau ramai lancar, Hari ini, Selasa (2/1/2024).

General Manajer PT ASDP Cabang Merak, Suharto mengatakan, arus balik kendaraan di Pelabuhan Merak tidak terjadi lonjakan yang siginifikan. Arus kendaraan dalam kondisi ramai lancar.

“Untuk arus balik Tahun Baru di Pelabuhan Merak tidak terjadi lonjakan yang siginifikan. Saya lihat di lapangan dan berdasarkan data, normal ramai lancar dan tidak terjadi antrean di dalam pelabuhan maupun di luar pelabuhan,” ungkapnya.

Suharto mengungkapkan, pada Libur Natal dan Tahun Baru 2024 ini terjadi kenaikan jumlah penumpang dibandingkan tahun lalu. Pada Nataru 2024 ini, jumlah penumpang mengalami kenaikan 10 persen. Begitu juga jumlah kendaraan naik sebesar 12 persen.

Baca juga  Seleksi Calon Paskibraka Cilegon 2024 Dijamin Tak Ada Titipan

“Namun kalau di lihat dari data produksi dibandingkan tahun lalu untuk penumpang mengalami kenaikan 10 persen. Untuk kendaraan naik sebesar 12 persen dibanding 2022 dari H-7 sampai H+7,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kepadatan penumpang, kata Suharto, Pihak Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Banten telah menyiapkan 30 hingga 32 kapal. Bilamana terjadi lonjakan penumpang, kata dia, otoritas mengerjakan kapal-kapal berkapasitas besar.

“Jadi Nataru ini dari pihak BPTD menjadwalkan kapal 30 sampai 32 kapal yang beroperasi di Selat Sunda. Semua itu dikondisikan dengan lapangan. Kalau terjadi lonjakan penumpang maka kapal-kapal besar dikerahkan untuk mengangkut penumpang maupun kendaraan dari merak bakauheni. Dan kami di ASDP juga menyediakan 7 dermaga, 1 dermaga eksekutif dan 6 dermaga reguler, yang semuanya siap untuk digunakan,” terangnya.

Baca juga  8 Kecamatan di Cilegon Diminta Siapkan Anggaran Pelaksanaan MTQ Tingkat Kota 2024

Pihaknya tetap mengharapkan agar penumpang dapat membeli tiket jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Hal itu diminta demi kelancaran penyeberangan dan kenyamanan pengguna jasa.

“Tentunya saya selalu mengharapkan kepada penumpang kalau membeli tiket jauh jauh hari sebelum keberangkatan. Karena tiket bisa dipesan sampai 60 hari sebelum keberangkatan, minimal sehari sebelum keberangkatan,” ucapnya.

“Supaya pemakai jasa itu bisa menyiapkan atau mengisi daftar penumpang yang nantinya akan masuk ke manifest jangan sampai para pemakai jasa ketika membeli tiket tidak mencantumkan nama penumpang sesuai yang berangkat,” pungkasnya. (Ronald/Red)