CILEGON, SSC – PT ASDP Cabang Merak membantah jika pengalihan sistem tiket elektronik (e-ticketing) yang akan dikelola sendiri memicu perputaran tiket penumpang secara tidak aman sebagaimana yang dikwatirkan perusahaan pelayaran di Pelabuhan Merak. Sekalipun telah memutuskan tidak memperpanjang kontrak dengan mitra operator e-ticketing, PT Mata Pensil Globalindo (MPG), penerapan sistem baru yang akan digunakan ASDP jelang mudik Lebaran itu diklaim jauh lebih canggih.
“Saya yakin jauh lebih baik. Hanya saja jatuhnya (sistem lama dan baru) memang sama. Cuman, yang kami lebih antisipasi pelayanannya lebih baik dari sebelumnya,” ungkap General Manajer PT ASDP Cabang Merak, Fahmi Alweni saat buka bersama dengan awak media di Pelabuhan Merak, Cilegon, Rabu (30/5/2018).
Fahmi juga mengklaim jika sistem yang diterapkan itu tidak akan menimbulkan indikasi kecurangan perputaran tiket atau disebut tiket muter. Pengalihan dari sistem MPG ke ASDP itu diyakini dapat mendeteksi dan mengantisipasi bila muncul berbagai resiko terutama dilapangan.
“Kami jamin tidak ada (tiket muter). Karena kami sudah mengantisipasi resiko baik pengawasan internal dan eksternalnya, kita tingkatkan,” tuturnya.
Disinggung soal PT. Ipro selaku anak perusahaan ASDP yang akan menangani sistem baru itu, Fahmi tak menepis pertanyaan awak media. Namun dijelaskannya, Pengalihan sistem itu akan ditangani langsung ASDP dengan menggunakan tenaga pekerja dari MPG saat pelaksanaan angleb ini. Ipro, sambungnya, akan menangani penuh setelah Lebaran selesai.
“Sementara ini bukan Ipro, kami (ASDP) yang pegang (Pemberlakuan sistem). Tapi kedepan baru Ipro, anak perushaaan ASDP,” urainya.
Diketahui pengalihan sistem akan dilakukan pada tanggal 1 juni 2018 pukul 00.00 WIB. Penerapan sistem itu dilaksanakan tepat pada tanggal kontrak kerjasama antara ASDP dengan MPG berakhir.
Pada pemberitaan sebelumnya, PT ASDP telah memutuskan tidak memperpanjang kontrak dengan PT Mata Pensil Globalindo selaku pengelola tiket elektronik (e-ticketing) di Pelabuhan Merak. Pemutusan itu disinyalir sejumlah perusahaan pelayaran di lintasan Pelabuhan Merak – Bakauheni berpotensi menimbulkan persoalan terutama saat Angkutan Lebaran 2018 yang akan dilaksanakan. Indikasi perubahan sistem itu, tiket penumpang rawan kecurangan atau kerap disebut dengan tiket muter. (Ronald/Red)

