Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumi memberi sambutan pada kegiatan penutupan acara Orientasi DPRD pada Pileg 2019 di salah satu hotel di Kota Serang, Kamis (14/11/2019). Foto Ajat Sudrajat/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumi akhirnya angkat bicara terkait tingginya tingkat pengangguran di Provinsi Banten. Menurutnya, upaya yang dilakukan untuk menekan tingginya angka pengangguran, Pemrov Banten akan mempermudah layanan investasi.

“Provinsi Banten masih mempunyai rintangan yang berat terhadap pengangguran. Masalah pengangguran menjadi tugas kita bersama,” kata Andika kepada wartawan pada penutupan acara Orientasi DPRD pada Pileg 2019 di salah satu hotel di Kota Serang,” Kamis (14/11/2019).

Andika memaparkan, langkah mempermudah layanan itu menjadi strategi yang ampuh untuk menggaet investor masuk ke ke Banten. Dengan begitu, iklim investasi bisa tetap dijaga.

“Kami tentu akan memberikan kemudahan terhadap layanan investasi di Banten. Inilah komitmen kami agar iklim investasi dapat kondusif,” sambungnya.

Putra kandung dari Gubernur Banten, Ratu Atut Chasanah mengaku, jika sudah ada perusahaan di Banten memilih hengkang ke Jawa Tengah lantaran biaya produksi tinggi. Selain itu, UMK (Upah Minimum Kerja) di Jateng pun lebih rendah bila dibandingkan di Provinsi Banten.

“Inilah penyebab kenapa perusahan di Banten hengkang. Mereka melihat UMK produksi di Banten lebih tinggi dibandingkan di Jateng. Oleh karena itu, kami berupaya agar iklim investasi di Banten lebih terjaga agar perusahan tersebut tidak hengkang ke Banten,” ucapnya. (MG-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here