Kapolres Serang, AKBP Mariyono menggelar ekspos kasus pembegalan di Mapolres, Jumat (6/11/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Pelaku begal inisial MR (24) yang kerap mengancam hingga melukai tukang ojek di Kecamatan Binuang Kabupaten Serang ditembak polisi. MR terpaksa ditembak karena saat menjalankan aksinya tidak segan membacok korban hingga terluka parah.

Penangkapan pelaku yang merupakan warga Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan
Tambora, Jakarta Barat ini terungkap dari laporan WR, salah satu tukang ojek uang menjadi korban. Pembegalan terhadap korban terjadi di Jalan Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang pada 13 Oktober 2020.

Kejadian begal bermula saat korban tengah mangkal di Penjamuran. Saat itu, pelaku meminta korban untuk mengantarkan ke daerah Onyam, Desa Onyam, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang. Namun saat di lokasi, pelaku malah merebut kendaraan korban.

Baca juga  Temui Ratusan Massa, Walikota Serang Ajak Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19
Kapolres Serang, AKBP Mariyono menunjukan pisau yang digunakan pelaku begal

Saat beraksi, korban melakukan perlawanan dengan mengambil kunci motor miliknya dan menghadang pelaku.

“Tersangka pura-pura sebagai penumpang ojek. Pada saat di tempat sepi, (pelaku) merebut kendaraan (korban) ini,” ungkap Kapolres Serang, AKBP Mariyono saat di Mapolres Serang, Jumat (6/11/2020).

Ketika itu, pelaku dengan sadis langsung membacok lengan dan tangan kiri korban dengan pisau yang dibawanya. Pelaku kemudian langsung melarikan diri dengan kondisi korban terluka parah.

Tidak lama setelah mendapat laporan kejadian, Satreskrim dan Polsek Binuang langsung menelusuri dan melakukan pengembangan kasus tersebut. Pada 23 Oktober 2020, pelaku kemudian ditangkap di Jalan Tubagus Angke, Kelurahan Grogol Petamburan Jakarta Barat.
Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti 1 bilah golok dan 1 bilah pisau, 3 unit motor dan barang bukti lainnya.

Baca juga  Diduga Sakit, Warga Bojonegara Ditemukan Tewas di Hotel Regent

Pelaku saat ditangkap mengaku telah melakukan aksi begal sebanyak 7 kali. Lanjut Kapolres, pelaku mengatakan setiap kali beraksi selalu mengancam dan melukai korbannya dengan senjata tajam.

“Pelaku menggunakan (pisau) ini sebagai alat melakukan aksinya. Dia melukai korbannya. Korban disuruh turun, apabila tidak mau langsung korbannya disabet,” papar Kapolres.

Atas aksinya, kata Mariyono, pelaku dijerat
Pasal 365 KUH Pidana tentang Pencurian dengan kekerasan dan terancam hukuman penjara 9 tahun. (Ronald/Red)