Pokja Wartawan Eksbispar Banten mengikuti acara Economic Outloxk 2021 yang digelar di Hotel Marbela, Anyer, Kabupaten Serang, Jumat (6/11/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Ortoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional I DKI Jakarta dan Banten menyarankan kepada pihak perbankan dan perusahaan di Banten untuk segera melakukan retstrukturisasasi anggaran/pengencanangan ikat pinggang untuk menahan pelemahan ekonomi akibat dampak pademi Covid-19 (virus corona).

Kepala OJK Regional 1 DKI Jakarta dan Banten, Dhani Gunawan Idat mengatakan, restrukturisasi anggaran ini bertujuan untuk memberikan ruang gerak kepada semua perbankan dan perusahan agar dapat bertahan hidup ditengah pandemi Covid-19.

“Kami menyarankan agar semua perbankan untuk segera menerapkan restrukturisasi anggaran. Ini dilakukan, ketika resesi ekonomi ini tiba, perbankan tidak terlalu terkejut lagi,” kata Dhani kepada awak awak media Pokja Wartawan Eksbispar Banten dalam acara Economic Outloxk 2021 yang digelar di Hotel Marbela, Anyer, Kabupaten Serang, Jumat (6/11/2020).

Ia menyatakan, langkah untuk merestrukturisasi anggaran ini bisa dilakukan pada 2021 hingga 2022 mendatang. Selain melakukan itu, OJK juga berpesan kepada perbankan untuk tetap melaporkan kondisi perputaran ekonomi kepada OJK meski dengan kondisi pademi Covi-19 (Virus Corona) serta mengurangi aktivitas tatap muka kepada masyarakat.

Baca juga  APBD Tahun 2021 Kota Serang Defisit 75 Miliar

“Bila perlu kurangi tatap muka kepada masyarakat. Untuk menganti tatap muka, perbankan bisa mengantinya dengan menggunakan digitalisasi,” ujarnya.

Ia menjabarkan, berdasarkan data yang dimiliki OJK Regional 1 DKI Jakarta dan Banten mulai 5 Oktober 2020, realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan sebesar Rp914,65 triliun untuk 7,53 juta debitur. Di mana itu terdiri dari 5,88 juta debitur UMKM dengan baki debet sebesar Rp 361,98 triliun dan 1,65 juta debitur non UMKM dengan baki debet sebesar Rp 552,69 triliun.

Sementara itu, restrukturisasi pembiayaan perusahaan pembiayaan hingga 27 Oktober sudah mencapai Rp 177,66 triliun dari 4,79 juta kontrak pembiayaan.

Dengan kondisi tersebut, kata Dani,
Kantor OJK Regional 1 DKI Jakarta dan Banten bersama dengan Pemerintah Daerah dan Lembaga Jasa Keuangan akan bersinergi dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) menyediakan akses keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat termasuk sektor UMKM.

Baca juga  Penjabat Sekda Nanang Yakin Pendistribusian Vaksin Covid-19 di Serang Aman

Beberapa inisiasi kerjasama sedang dilakukan untuk kembali memulihkan Perekonomian di Banten yang berdasarkan data BPS Laju Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Banten mengalami kontraksi sebesar 5,77% pada Triwulan III 2020.

“Akses terhadap produk dan jasa keuangan mutlak dibutuhkan oleh masyarakat khususnya kepada pelaku usaha pada sektor-sektor unggulan dan menyentuh kebutuhan masyarakat di Provinsi Banten misalnya sektor perdagangan, pertanian, peternakan, dan perikanan,” katanya.

Ia berharap dengan sinergi antara pemerintah dan OJK ini akan mampu mempercepat pemulihan ekonomi di Provinsi Banten. (Ully/Red)