CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Edi Ariadi meminta agar masyarakat jangan terus menyalahkan pemerintah terkait bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada Senin (4/5/2020) lalu. Menurut Edi, banjir yang terjadi ini akibat ulah manusia.
“Terus siapa yang disalahkan? Pemerintah? Coba sih sekali-sekali jangan pemerintah aja yang terus disalahkan. Sekali-sekali masyarakatlah yang disalahkan,” ujarnya kepada awak media usai penyaluran sembako di Aula Diskominfo, Kota Cilegon, Rabu (6/5/2020).
Menurut Edi, banjir bandang dan longsor terjadi akibat curah hujan yang tinggi dengab kondisi gorong-gorong yang sempit. Sehingga gorong-gorong tidak mampu menampung luapan banjir.
“Banjir yang kemarin itu kan karena curah hujan, ya tinggi. Di tambah hujannya hampir 3 jam kan,” ujar Edi.
Ia mengaku, akan melebarkan gorong-gorong agar tidak kembali banjir.
“Nantilah gorong-gorong dilebarkan. Nanti saya rapat dulu dengan pihak DPU-TR (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang),” ungkapnya.
Ditanya penyebab banjir karena adanya aktivitas galian C maupun Pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU), Edi enggan menjawab lebih jauh.
“Galian C mana? Cilegon enggak ada galian C. Itu mah naunganya ada di provinsi,” pungkas Edi seraya meninggalkan wartawan. (Ully/Red)

