Kadiaperindagkop UMKM Kota Serang, Akhmad Zubaidillah saat di wawancarai oleh awak media di Puspemkot Serang, Selasa (20/10/2020). Foto Fathul Rizkoh/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Kementerian Koperasi dan UMKM memperpanjang jadwal pendaftaran bagi penerima Bantuan Presiden (Banpres) produktif UMKM hingga Selasa (27/10/2020) mendatang. Dibuka kembalinya pendaftaran Banpres sebesar Rp 2,4 juta ini karena Kementerian Koperasi dan UMKM belum mencapai target.

“Karena Kementerian belum memenuhi kuota dari jumlah kebutuhan anggaran yang ada,” ujar Kepala Disperdaginkop Kota Serang, Akhmad Zubaidillah, ditemui di Puspemkot Serang, Selasa (20/10/2020).

Sebelumnya diketahui, pendaftaran banpres dibuka Kementerian Koperasi dan UMKM melalui Dinas Perdagangan Industri dan Koperasi (Disperdaginkop) Kota Serang untuk pelaku UMKM. Pendafataran dibuka mulai 24 Agustus 2020 dan ditutup pada 03 September 2020. Sedikitnya terdapat 23 ribu calon penerima Banpres yang sudah mendaftar.

Baca juga  Waspada Corona, Penyelenggaraan MTQ ke-19 Digelar Virtual

Sehari setelah pendaftaran berakhir sempat terjadi ricuh karena calon penerima mendaftar melewati batas waktu yang ditetapkan. Ricuh tersebut terjadi akibat disinformasi bantuan di kelurahan.

Belajar dari kejadian tersebut, kata Zubaidillah, pihaknya memastikan informasi perpanjangan ini telah disampaikan kepada setiap Kelurahan di Kota Serang, sehingga tidak terjadi salah tafsir.

“Sudah kami edarkan kepada Kelurahan agar menyebarkan informasi (Banpres) ke masyarakat, terlebih pada usaha kecil menengah,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pada perpanjangan ini tidak ada batasan jumlah calon penerima bantuan usaha. Calon penerima nantinya, jika dinyatakan sebagai penerima bantuan akan mendapatkan pesan singkat atau SMS dari Bank untuk mencairkan uang.

Ia berharap para pelaku UMKM dapat memanfaatkan bantuan ini dengan baik. Penerima dapat bijak menggunakan bantuan modal yang diberikan sebagaimana mestinya.

Baca juga  Kelurahan Bendungan Bantu Makanan dan Sembako untuk Keluarga Terdampak Covid-19

“Masyarakat usahanya bisa terbantu di masa Covid-19, mohon maaf jangan digunakan untuk masalah yang tidak urgent, tapi untuk menambah permodalan, dimanfaatkan,” tandasnya. (SSC-03/Red)