Bawaslu Kota Cilegon bersama Diahub dan Satpol PP mencopot stiker kampanye pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Cilegon yang dipasang di angkutan kota yang ada di Kota Cilegon, Selasa (27/10/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cilegon menertibkan stiker kampanye pasangan calon (paslon) yang dipasang di angkutan kota di Kota Cilegon, Selasa (27/10/2020). Penertiban melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon.

Penertiban dilakukan mulai dari perempatan lampu merah ADB, Alun-Alun, Eks Matahari Lama hingga Ext Tol Cilegon Timur.

Pantauan Selatsunda.com di Eks Matahari  Lama petugas gabungan mulai menyetop angkot yang memasang branding paslon walikota dan wakil walikota Cilegon. Terlihat stiker seluruh paslon yakni Ali Mujahidin-Firman Mutakin, Ratu Ati Marliati-Sokhidin, Iye Iman Rohiman-Awab dan Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta tidak luput dalam penertiban tersebut. Stiker yang dipasang di kaca belakang angkot tampak langsung dicopot. Para sopir terlihat pasrah melihat stiker dicabut oleh petugas.

Petugas mencopot stiker paslon yang dipasang diangkot

Komisioner Bawaslu Kota Cilegon Dedi Muttaqien mengatakan, dari hasil penertiban didapati sebanyak 88 branding alat peraga kampanye (APK) paslon berupa sticker one way. Dari empat paslon Pilkada Cilegon, stiker dipasang di angkot didominasi paslon Ali Mujahidin dan Firman Mutakin.

Baca juga  Penjabat Sekda Nanang Yakin Pendistribusian Vaksin Covid-19 di Serang Aman

Ia menyatakan, pemasangan APK berupa sticker one way di angkutan umum ini telah menyalahi aturan PKPU nomor 11 Tahun 2020 tentang Kampanye.

“Mayoritas paling banyak ada di pasangan calon Mumu dan Lian Firman. Sudah jelas diatur dalam PKPU. Yang diperbolehkan memasang stiker APK paslon hanya di mobil pribadi pasangan calon dan tim pasangan calon. Tidak diperkenankan dan diperbolehkan memasang stiker maupun APK di angkutan. Dan ada batas-batas juga dalam memasang APK atau branding di angkutan. Salah satunya tidak menganggu lalu lintas,” kata Dedi kepada awak media, Selasa (27/10/2020).

Stiker kampanye paslon yang dipasang di angkot dicopot petugas

Ia menambahkan, Bawaslu Kota Cilegon hanya memberikan surat imbauan dan peringatan kepada pemilik angkot untuk tidak menempel kembali APK.

“Hanya teguran lisan aja. Dan kami juga berikan surat kepada sopir angkot apabila mendapat teguran dari paslon. Dan kami (Bawaslu) Cilegon menghimbau kepada bacalon walikota dan wakil walikota Cilegon untuk mencopot sendiri stiker maupun APK di angkutan,” tambahnya.

Senada dengan Dedi, Ketua Bawaslu Cilegon Siswandi menyatakan, penertiban dilakukan sebagai bentuk tindak tegas pihaknya terhadap paslon yang berkampanye memasang stiker dan APK yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

Baca juga  APBD Tahun 2021 Kota Serang Defisit 75 Miliar
Stiker paslon di kaca belakang angkot dicopot petugas

“Dari tiga titik kami sisir. Untuk Ext Tol Cilegon Timur 11 stiker dan APK yang dicopot. Untuk di Matahari Lama sebanyak 23 APK dan stiker yang dicopot dan di ADB sebanyak 54 yang berhasil dicopot. Total semua sebanyak 88 stiker dan APK yang sudah kami copot selama 2 jam,” bebernya.

Ia berharap, agar tim paslon maupun paslon dapat mematuhi aturan PKPU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Kampanye.

Sementara itu, Calon Walikota Cilegon Ali Mujahidin menjelaskan, jika dirinya tidak mempermasalahkan pencopotan stiker atau APK yang dipasang di angkot. Menurut pria disapa Mumu ino, stiker atau APK tersebut sudah lama dipasang sebelum penetapan bapaslon menjadi paslon oleh KPU.

“Yah gak masalah. Kalai menyalahi aturan gak apa-apa dicopot juga. Karena kami pasangnya pun sebelum penetapan. Biarkan aja Bawaslu yang copot di angkot karena kami lagi sibuk untuk bertemu dengan warga,” tandas Mumu. (Ully/Red)