CILEGON, Selatsunda.com – Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta menyebut jika saat ini pendataan UMKM di Kota Cilegon masih dilakukan secara manual. Pendataan UMKM semestinya sudah harus by name by address.
Sanuji mendorong agar dinas terkait dalam hal ini Dinas Koperasi dan UMKM Cilegon untuk menyediakan sistem pendataan berbasis aplikasi digital. Dengan aplikasi, usaha dari para UMKM dapat dikontrol serta dilakukan pembinaan.
“Kalau informasi dari teman-teman di Disperindag, UMKM di Cilegon mencapai 20.000 orang. Tapi, by name by address-nya tidak ada. Semestinya pendataan mereka itu harus menggunakan aplikasi sehingga bisa by name by address. Kalau sudah by name by address bisa lebih kelihatan mana UMKM yang yang naik kelas, mana laporan keuangan UMKM bagus, apakah perizinanya sudah lengkap. Jadi mudah terpantau jika sesuai by name by address,” kata Sanuji usai menjadi keynote speaker dalam program sertifikasi halal gratis 2022 bagi pelaku UMKM yang digelar di Aula Diskominfo Cilegon,” Senin (24/10/2022).
Menurut Sanuji, penyediaan aplikasi pendataan UMKM sangat penting. Karena aplikasi menyediakan informasi tentang masing-masing UMKM. Aplikasi juga sekaligus menjadi sarana untuk mengontrol perkembangan UMKM.
“Pendataan yang berbasis aplikasi sampai saat ini belum ada. Saya kira aplikasi itu sangat penting. Karena, dari aplikasi tersebut akan langsung terkoneksi langsung UMKM. Di aplikasi ini juga Pemkot Cilegon bisa memantau terus perkembangan mereka,” sambung Sanuji.
Sejauh ini kata Sanuji, dari sekitar 20.000 UMKM di Kota Cilegon, tercatat baru 3-4 ribu saja UMKM yang sudah memiliki sertifikasi halal.
“Kalau data pastinya saya tidak hafal (UMKM yang bersertifikat). Tapi terakhir kemarin sekitar 3-4 ribu yang tersertifikasi di era Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta,” sambung Sanuji.
Sementara itu, Ketua Rumah Berdaya Cilegon Nia Desmalia menyarankan agar Pemkot bisa menganggarkan untuk penyediaan aplikasi untuk mengupdate UMKM di Cilegon.
“Kami sudah sempat memberi masukan kepada dinas terkait jika ada aplikasi yang bernama dasbroad digital UMKM. Semoga saja, aplikasi yang kami tawarkan ini bisa dianggarkan oleh mereka. Dengan adanya aplikasi ini, tentu akan memudahkan dinas untuk melakukan pendataan ke UMKM, bisa mengetahui omset UMKM hingga mengetahui apakah UMKM tersebut masih berkembang atau tidak,” pungkasnya. (Ully/Red)

