Ketua DPC PDIP Kota Cilegon, Reno Yanuar juga Bacalon Walikota Cilegon. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah mengumumkan 75 pasangan calon kepala daerah yang diusung di Pilkada Serentak 2020, beberapa waktu lalu. Dalam pengumuman belum disebutkan nama bapaslon yang bertarung di Pilkada Cilegon.

Menanggapi ini, Ketua DPC PDIP Cilegon, Reno Yanuar yang juga maju sebagai Bacalon Walikota Cilegon mengakui namanya belum disebutkan dalam pengumuman tersebut.

Reno mengungkapkan, memang hingga saat ini DPC belum menyodorkan nama pendampingnya ke DPP. Hal itu dikatakan karena dirinya sebagai bacalon tidak ingin sembarangan menentukan pendamping sebagaimana mandat khusus yang diberikan DPP kepadanya.

Baginya dalam menentukan bacalon wakil walikota yang nanti akan menjadi pemimpin Cilegon dan pendampingnya kedepan bukan sekedar unjuk kegagahan ataupun sebatas mencalonkan diri saja. Tetapi pemimpin yang diusung PDIP harus benar-benar lahir dari keinginan rakyat.

“Saya belum menyodorkan nama karena menjadi pemimpin bukan untuk gagah-gagahan, menjadi pemimpin bukan sekedar mencalonkan. Bagaimana nanti pemimpin dipilih rakyat, benar-benar bisa menjalankan kepentingan rakyat. Bukan keinginan kelompok atau pribadi, apalagi memperkaya diri,” ungkapnya, Rabu (12/8/2020).

Hingga saat ini, kata Reno, perpolitikan di Cilegon belum berakhir. Perpolitikannya masih dinamis. Bahkan ia menyatakan, peta politik yang saat ini terbentuk di Cilegon bisa saja berubah melihat perkembangan terakhir antara politik nasional dan daerah yang berpilkada.

Disinggung adakah peluang besar PDIP berkoalisi dengan Berkarya melihat kondisi dualisme yang terjadi di internal Berkarya, kata Reno, kemungkinan itu bisa saja terjadi. Tidak itu saja, besar kemungkinan juga akan terbentuk koalisi gemuk.

Ia tidak menyebutkan partai mana yang nanti akan menjadi kejutan berkoalisi dengan PDIP. Tetapi yang jelas, kata Reno arah partai tetap mengusung perubahan.

“Segala sesuatunya, kemungkinan (koalisi parpol) bisa saja terjadi. Politik dinamis. Bukan hanya dengan Berkarya tapi partai-partai lain. Jadi sebetulnya, sebelum penetapan (pendaftaran dibuka) KPU, semua bisa berubah,” paparnya.

“Jelaslah, ke arah perubahan. Saya tidak bisa menyebutkan. Nantilah. Kalau saya sebutkan sekarang, tidak surprise,” sambungnya.

Sampai saat ini sudah ada nama bacalon wakil walikota yang akan mendampinginya maju di Pilkada Cilegon. Ia enggan membeberkan siapa pendampingnya tetapi nanti akan ada kejutan.

“Pasangan sudah ada. Beliau mumpuni, posisi beliau mengerti dan paham tentang Cilegon, beliau juga politisi. Yang pasti nanti ada surprise-lah,” pungkasnya. (Ronald/Red)