Camat Jombang AH Junaedi (tengah) pimpin rapat pembahasan pembangunan musala Lingkungan Acing, di Kantor Kecamatan Jombang, Rabu (12/8/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Warga Lingkungan Acing, RT 003 RW 005, Kelurahan Panggung Rawi, Kecamatan Jombang mempertanyakan surat rekomendasi Lurah Panggung Rawi Mulyadi yang melarang warga untuk membangun masjid. Pasalnya surat disoal terkait bunyi isi surat yang meminta pembangunan masjid ditunda karena dikaitkan dengan kepentingan pilkada.

Lurah Panggung Rawi Mulyadi mengenai hal itu langsung angkat bicara lantaran surat tersebut sempat beredar di media sosial (medsos) dan menuai kritik dari netizen.

Ia mengaku, ada kesalahan ketik dalam surat rekomendasi yang kelurahan keluarkan. Seharusnya, dalam surat tersebut bukan berbunyi menunda pembangunan karena pilkada namun karena adanya tahun politik yang dikhawatirkan akan dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab.

“Salah ketik. Seharusnya bukan karena adanya Pilkada. Tapi, kami khawatir ada pihak tak bertanggung jawab memanfaatkan tahun politik ini. Maksud saya ke arah itu,” kata Mulyadi kepada awak media ditemui usai rapat pembahasan pembangunan musala Lingkungan Acing, di Kantor Kecamatan Jombang, Rabu (12/8/2020).

Baca juga  Tak Serahkan PSU, Pengembang Perumahan di Kota Serang Terancam Sanksi Pidana

Dijelaskanya, muncul persoalan ini, karena adanya beberapa masyarakat yang mempersoalkan tentang pembangunan masjid tersebut. Dimana, warga menganggap masjid tidak perlu kembali dibangun karena di dekat lokasi sudah berdiri masjid.

“Kalau dari warga yang satu, mereka anggap sudah ada masjid yang sama. Jadi tidak perlu lagi ada masjid yang baru. Warga minta untuk menganti masjid yang baru diminta untuk bangun tempat yang bisa digunakan untuk ibu-ibu atau yang lain,” jelasnya.

Terpisah, Tokoh masyarakat Lingkungan Acing, RT 003 RW 005, Kelurahan Panggung Rawi, Kecamatan Jombang Yun Pratikno membenarkan jika pembangunan masjid tersebut terlalu dekat atau hanya berjarak 300 meter dengan masjid warga yang sudah lama berdiri sebelumnya.

Baca juga  Diduga Rem Blong, Truk Pengangkut Cairan Kimia Terguling di SPBU Grogol

“Memang kalau dilihat dari masjid yang lama dengan yang baru jaraknya dekat banget. Karena jarak yang dekat itulah, kami (warga) minta diberhentikan pembangunanya,” ujar Yun.

Menurut Yun, masjid yang tengah dibangun berdiri di atas lahan milik Yayasan Al-Khairiyah. Ini pula yang dikhawatirkan membuat warga lain salah sangka.

“Takutnya, penolakan kami dikait-kaitkan dengan politik. Padahal kami tidak persoalkan yayasannya. Andaikan yang dibangun itu majelis taklim, untuk pengajian, kami mendukung. Tapi kalau musala, kan sudah ada,” ucapnya.

Pada bagian lain, Camat Jombang AH Junaedi telah memberikan arahan agar pembangunan masjid tersebut ditunda hingga proses pilkada usai.

“Arahan ini atas dasar hasil musyawarah masyarakat Lingkungan Acing. Karena masyarakat sepakat, maka itu jadi dasar saya untuk membuat arahan itu. Saya sudah koordinasi, agar lokasi sekitar pembangunan untuk diamankan,” pungkasnya. (Ully/Red)