Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) jalur Perseorangan Malim Hander Joni tiba di Kantor Bawaslu Kota Cilegon, Rabu (11/8/2020). Foto Elfrida Ully/Selataunda.com

CILEGON, SSC – Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) jalur Perseorangan Malim Hander Joni-Hawasi Syabrawi mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cilegon di Jalan Pangeran Jayakarta, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Rabu (12/8/2020). Bapaslon jalur perseorangan ini datang menindaklanjuti permohonan penyelesaian sengketa yang diajukan terkait keputusan KPU yang tidak meloloskan syarat minimal dukungan.

Pantuan Selatsunda.com, bapaslon dan tim pemenangan Joni-Hawasi datang sekitar pukul 10.30 WIB dalam agenda mediasi penyelesaian sengketa. Mediasi baru selesai pada pukul 13.00 WIB.

Joni mengatakan, pihaknya dalam mediasi meminta Bawaslu mengizinkan untuk ikut dalam kontestasi Pilkada Cilegon. Hal itu dikatakannya terkait syarat minimal dukungan yang ditolak KPU Cilegon.

“Di sini kami sudah melengkapi data dukungan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan formulir dukungan melebihi angka yang ada syarat minimal, yaitu sebanyak 35.498 dari kekurangan sebanyak 35.324 dukungan yang merupakan material inti dari dukungan. Namun, kenapa dari KPU justru tidak meloloskan kami? Padahal tadi saja, KPU Cilegon masih tetap bersikukuh dengan pendapat mereka,” kata Joni kepada awak media di temui di Bawaslu Kota Cilegon,” Rabu (11/8/2020).

Dalam hal ini, lanjut Joni, dirinya ingin mempertegas kepada pihak KPU Cilegon sebagai penyelenggara pemilu, terkait berkas perbaikan syarat dukungan itu.

“Pada proses penginputan data pada sistem informasi pencalonan (silon), serta saat akan mencetak berkas syarat dukungan tersebut, tim kami memang mengalami beberapa kendala. Tapi memang tidak tersampaikan,” lanjut Joni.

Joni berharap, Bawaslu Kota Cilegon dapat memberikan kesempatan bacalon untuk dapat lolos di Pilkada Cilegon.

“Ranah ini kan ranah yang perlu dipertimbangkan, sebagai bentuk kebijaksanaan demokrasi. Kita harapkan demikian. Dan berharap juga ada kesempatan untuk kami yang diberikan oleh Bawalu untuk bisa ikut Pilkada Cilegon,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu, Siswandi mengatakan, jika pihaknya telah meminta keterangan dari termohon dan pemohon terkait persoalan ini. Akan tetapi, pada pertemuan pertama ini, tidak ada hasil apapun alias buntu.

“Kalau hari ini memang tidak ada hasil apapun. Di mana-mana dari KPU dan dari pihak Joni mempunya pendapat masing-masing. Besok, Kamis (12/8/2020) kami (Bawaslu Cilegon) akan kembali memanggil mereka pada pukul 10.00 WIB. Apabila pada pertemuan kedua pun tidak ada hasil apapun, kemungknnan akan kami gelar sidang terbuka (Ajudikasi),” jelas Siswandi. (Ully/Red)