Simulasi sekolah tatap muka digelar di salah satu SD Negeri di Kota Serang. Foto Dokumentasi

SERANG, SSC – Pemerintah Kota Serang tidak lama-lama untuk mengplementasikan pembelajaran tatap muka di sekolah. Setelah simulasi digelar pada Jumat, (14/8/2020), kini pemkot gas poll akan melaksanakan uji coba sekolah tatap muka di seluruh SD dan SMP di Kota Serang pada Selasa, (18/8/2020).

Walikota Serang, Syafrudin mengatakan, uji coba sekolah tatap muka rencananya akan dilangsungkan selama dua minggu. Langkah selanjutnya, kebijakan tersebut akan dievaluasi.

Ditanya awak media terkait adanya kekhawatiran orangtua murid jika sekolah tatap muka lebih rentan terpapar Covid-19, Syafrudin mengakui mendapat respon tersebut. Menurutnya, penerapan tersebut memang riskan tetapi kebijakan harus diambil. Menurutnya, kebijakan sekolah tatap muka juga bagian merespon permintaan orantua. Karena telah lima bulan selama pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar sekolah dijalankan dengan sistem dalam jaringan (daring).

“Semua juga riskan tapi ini langkah pemerintah dalam mengambil sikap. Jika keadaan terus seperti ini, masyarakat kita bisa bodoh, covid-19 harus diperangi,” kata Walikota Serang Syafrudin kepada awak media, Senin (17/8/2020).

Baca juga  Pemkot Cilegon Cicil Rp 30 Miliar Beli Lahan Milik PT KS

Bagi orangtua yang masih khawatir anaknya dalam proses pembelajaran tatap muka, masih kata Syafrudin, tidak dipaksa untuk bersekolah. Pemkot akan menyiapkan dua skema baik daring dan tatap muka.

“Bagi yang masih ketakutan silakan sekolah daring, namun bagi yang ingin melaksanakan sekolah tatap muka disilahkan datang ke sekolah,” tambahnya.

Agar sistem tatap muka berjalan lancar, kata Syafrudin, para guru diperintahkan untuk mengikuti anjuran rapid test. Itu ditegaskannya agar tidak timbul resiko penularan.

“Saya kira hari Jumat kemaren bukan guru ketakutan dan tidak rapid tes, tetapi karena belum sempat hadir. Maka dari itu, saya berharap untuk semua guru mengikuti anjuran pemerintah dengan mengikuti rapid test,” sambungnya.

Baca juga  Dinas Sosial Kota Serang Kebingungan Tangani Orang Gila

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi tidak sepakat jika sistem pembelajaran tatap muka dilakukan dengan bergiliran dan dan dalam satu shift hanya diberi kesempatan belajar satu jam. Munurtnya, hal itu akan menyulitkan para murid untuk belajar. Padahal saat ini murid justru sedang semangat belajar.

“Saya kurang sepakat jika sistemnya perjam dan menghentikan pembelajaran ditengah-tengah pembahasan karena sudah harus berganti tim. Kasian peserta didik bolak balik. Kalau mau perhari, jadi hari ini kelas apa yang masuk, besok kelas mana lagi,” kata Budi.

Untuk penerapan protokol kesehatan, kata Budi harus di kontrol dari dinas terkait. Ia optimis penerapan sekolah tatap muka akan berjalan jika sistemnya baik.

“Saya optimis, jika caranya baik. Dari Pemerintah pusat juga mengatakan jika masyarakat sehat ekonomi terbantu,”pungkasnya.(SSC-03/Red)