Kantor ASDP Cabang Merak, Kota Cilegon. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Berhembus isu tak sedap dialami PT ASDP Cabang Merak. Perusahaan BUMN ini dikabarkan akan melakukan kebijakan pengurangan karyawan outsourching. Isu ini pun beredar dan meresahkan masyarakat yang bekerja di pelabuhan penyeberangan di ujung Pulau Jawa bagian barat itu.

Diketahui, isu tersebut sempat dibahas antara PT ASDP Merak dengan LSM, Ormas dan OKP di Pelabuhan Merak, beberapa waktu lalu. Hadir juga dalam pertemuan, GM ASDP Merak, Solikin serta salah satu anggota DPRD Cilegon, Aam Amarullah selaku perwakilan tokoh masyarakat setempat.

Anggota DPRD, Aam yang dikonfirmasi, Rabu (11/9/2019) membenarkan jika adanya pembahasan isu tersebut. Ia menceritakan, isu tentang pengurangan karyawan tersebut awalnya bermula dari beredarnya pesan berantai di media sosial.

“Itu awalnya rapat redaksi ASDP, kalau ada notulennya bocor. Makanya kami klarifikasi ASDP nya langsung,” ujarnya.

Dari pesan yang beredar, kata dia, ada rencana ASDP Merak untuk melakukan pengurangan karyawan sebanyak 131 orang. Isu pengurangan karyawan di berbagai klasifikasi pekerjaan tetuang dalam notulen rapat direksi. Hal itu pun kemudian dipertanyakan masyarakat.

“Makanya, katanya mau ada rasionalisasi masalah karyawan. Dihitung-dihitung dari cleaning service, dari bagian ini itu, ada 131. Itu info yang beredar di media sosial, whatsapp,” papar politikus PKS ini.

ASDP saat pertemuan, kata dia, telah memberi klarifikasi kabar tersebut. Bahwasannya notulen rapat direksi tidak sama sekali menyangkut tentang pengurangan karyawan namun isinya menyiratkan evaluasi bisnis antara Pelabuhan Merak dan Bakauheni.

“Katanya itu hanya evaluasi dari direksi ASDP, karena selisihnya uang lebih banyak di Merak, karyawan lebih banyak di Merak. Kemudian saya bilang, kalau uang lebih besar di Merak lah. Karena cakupannya lebih besar dari Lampung, jauh. Satu bulan itu selisihnya Rp 3 miliar antara Merak dengan Bakauheni,” tutur dia.

Saat itu, kata wakil rakyat yang duduk sebagai anggota selama dua periode di DPRD Cilegon, sempat mempertanyakan pernyataan GM ASDP. Ia menyatakan rencana efisiensi yang mau dilakukan ASDP tidaklah masuk akal. Karena selama ini, bisnis ASDP Merak tidak pernah tercatat mengalami kerugian.

“Makanya saya sampaikan kemarin, saya tanya, selama saya 20 tahun di Merak, saya belum pernah mendengat ASDP itu rugi. Apa yang diefisiensi? Kata saya begitu. Saya sampaikan juga kalau di undang-undang BUMN, hadirnya BUMN itu untuk mensejahterakan masyarakat. Bukan hanya profit oriented atau mengambil keuntungan semata. Apalagi ASDP nggak pernah rugi,” terangnya.

Meskipun demikian, kata dia, ASDP telah mengklarifikasi bahwa kabar pengurangan itu adalah tidak benar.

“Makanya setelah kita desak kemarin, itu diklarifikasi. Katanya, itu (pengurangan karyawan) tidak ada,” tuturnya.

Sementara, General Manajer PT ASDP Merak, Solikin yang coba dihubungi melalui sambungan telepon belum memberi keterangan lebih lanjut.

“Saya sedang rapat,” ujarnya saat dikonfirmasi. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here