Walikota Cilegon, Edi Ariadi memberi pernyataan kepada media soal penjaringan PDIP Cilegon usai kegiatan di Islamic Center Cilegon, Rabu (11/9/2019). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pendaftaran penjaringan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon sudah mulai dibuka. Berbagai partai politik (parpol) telah membuka pendaftaran untuk calon-calon yang ingin mendaftar sebagai kepala daerah. Salahnya satu yang telah membuka penjaringan ini adalah DPC PDIP Kota Cilegon.

Walikota Cilegon, Edi Ariadi yang diminta tanggapan oleh awak media mengenai penjaringan PDIP Cilegon tidak tampak begitu responsif. Ia malah balik bertanya kepada wartawan terkait apa alasan mendasar daya tarik baginya mengikuti penjaringan PDIP.

“Dia (PDIP Cilegon,red) magnet bukan buat saya? Soalnya saya magnet,” kata Edi usai kegiatan Peringatan 1 Muharram Tingkat Kota Cilegon di Islamic Center Cilegon,” Rabu (11/9/2019).

Menanggapi hal ini, Ketua DPC PDIP Kota Cilegon, Reno Yanuar tak mempermasalahkan pernyataan yang dilontarkan oleh Walikota Cilegon, Edi Ariadi terkait penjaringan yang dibuka PDIP Cilegon.

“Sah-sah aja saya sih. Edi menilai seperti apa. Politik itu dinamis. Kita lihat aja gimana kedepan. Pak Edi kan bukan kader PDIP. KTA (Kartu Tanda Anggota) partai dia itu Nasdem. Jadi sah-sah aja Pak Edi mau berbicara apa aja,” pungkas Reno.

Sejauh ini sejak penjaringan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon 2019 dibuka, kata dia, baru dirinya dari kader internal PDIP Cilegon yang mendaftar. Pihaknya masih menunggu calon lain yang mendaftar sampai batas akhir pendaftaran.

“Kalau dari kader internal sih baru saya doang. Tapi nanti kita lihat ya pas hari Sabtu (14/9/2019) hasilnya. Kemungkinan Minggu (15/9/2019) akan digelar konferensi pers di DPC PDIP Cilegon,” ucap Reno. (Ullly/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here