20.1 C
New York
Minggu, April 19, 2026
BerandaPemerintahanBerpolemik Tak Dilanjut, DPRD Cilegon Panggil PT PCM Terkait Kerja Sama Pelabuhan...

Berpolemik Tak Dilanjut, DPRD Cilegon Panggil PT PCM Terkait Kerja Sama Pelabuhan Warnasari

-

CILEGON, SSC – DPRD Kota Cilegon akan memanggil PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) terkait rencana Pemerintah Kota Cilegon yang tidak akan melanjutkan Pembangunan Pelabuhan Warnasari.

Ketua DPRD Kota Cilegon, Isro Miraj mengatakan, pihaknya melakukan pemanggilan tersebut setelah mendapat masukan dari berbagai pihak. Rencana kerjasama PT PCM dengan PT Tirtasari Prima Terminal (TPT) yang berpolemik ditatanan eksekutif akan ditanyakan pihaknya.

“Saya sudah disposisi dengan Komisi III, minggu depan kita akan lakukan hearing. Kita ingin tahu progressnya sejauh mana, kebijakan dilanjutkan atau tidak,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis (8/4/2021).

Dijelaskan Isro, polemik tersebut sebenarnya tidak hanya muncul dari berbagai pihak namun juga dialaminya dari penyataan yang berbeda antara Walikota, Helldy Agustian dengan Wakil Walikota, Sanuji Pentamarta.

Disatu sisi Mantan Ketua Banggar ini sempat berbicara lisan dengan Wakil Walikota, Sanuji Pentamarta tentang Pemkot akan melanjutkan pembangunan Pelabuhan Warnasari. Namun disini lain ada penyataan Walikota Helldy Agustian yang mempertimbangkan berbeda tidak akan melanjutkan pembangunan pelabuhan.

“Kemarin kita juga ngobrol kecil dengan pak Sanuji, kata beliau melanjutkan, (Pelabuhan) Warnasari, JLU dan Sport Center. Kan kita sinergi. Kata beliau, Pak Ketua, kita lanjutkan,” ujar Isro mengulang pernyataan Sanuji beberapa waktu lalu saat di kegiatan Lemhanas.

Politisi Partai Golkar ini acapkali dalam sambutannya diberbagai kegiatan juga meminta agar sejumlah mega proyek yang masuk program prioritas RPJMD Kota Cilegon dimasa pemerintahan sebelumnya untuk dapat dilanjutkan dimasa kepemimpinan saat ini, Helldy-Sanuji. Karena pembangunan seperti Pelabuhan Warnasari yang akan di kerjasamakan dengan TPT tidak menggunakan APBD sama sekali. Pola yang dijallin justru dengan Kerja Sama Operasi (KSO).

Maka dari itu legislatif selaku mitra eksekutif agar dapat seirama dalam membangun Cilegon, kata dia, bisa bersama-sama bersinergi. Tentu penting menyamakan persepsi pembangunan dari sisi kemaslahatan bukan dari aspek politis.

“Kan Warnasari tidak menggunakan APBD, polanya kan dikerja samakan, kemudian apa yang menjadi berat?. Pertimbangannya jangan politis, tetapi kemaslahatan, manfaat dari adanya Pelabuhan Warnasari itu sendiri. Saya katakan tidak menggunakan APBD, kan polanya KSO dan itu tidak akan menganggu janji politik kepala daerah,” tuturnya.

Sementara itu, hal yang sama juga dikatakan Anggota Komisi III DPRD Cilegon, Rahmatulloh. Politisi Partai Demokrat ini menghendaki agar Pelabuhan Warnasari dapat dilanjutkan. Karena pembangunan Warnasari masuk dalam RPJMD. Pelabuhan juga sudah disinkronisasikan dengan program pusat pada RPJP bahkan telah diperdakan. Menurut Rahmatulloh, pihaknya malah mempertanyakan kebijakan Helldy-Sanuji yang bertolak belakang dengan hal tersebut.

Ia mengungkapkan, meski rencana PCM akan bekerjasama dengan TPT lewat KSO baru sebatas informasi yang diketahuinya namun pola kerja sama yang dijalin tersebut tidak sama sekali menggunakan APBD. Hal ini bertolak belakang dengan pendapat kepala daerah jika Pelabuhan Warnasari dilanjutkan akan menyedot anggaran.

“(KSO) ini bukan dengan menggunakan anggaran. Kan kita ingin dengan anggaran terbatas, bagaimana eksekutif bisa mewujudkan ini tanpa menggangu APBD,” bebernya.

Ia menyarankan, bukan hanya PCM saja yang dipanggil namun eksekutif juga dilakukan upaya yang sama. Hal ini untuk meluruskan isu-isu liar yang berkembang di eksekutif. Di mana isu tersebut malah menimbulkan polemik yang menurutnya perlu diluruskan lewat dengar pendapat di DPRD dengan semua pihak.

“Ini muncul kecurigaan. Maka dari itu, kita ini mitra eksekutif. Harus juga dipanggil untuk menduduki masalah ini. Eksekutif, legislatif, PCM, investor harus duduk bersama. Jangan malah ber-statement masing-masing,” pintanya.

Sementara, hal yang sama juga diinginkan Mantan Ketua DPRD Cilegon, Fakih Usman. Dia mengharapkan, Pelabuhan Warnasari dapat dilanjutkan karena yang dilakukan selama ini oleh pemerintah bila melihat sejarah panjang Pelabuhan Warnasari adalah bentuk perjuangan masyarakat Cilegon. Apalagi jika Pelabuhan nanti terbangun bukan hanya PAD yang dapat diraih tetapi tenaga kerja juga terserap.

“Saya yakin lah pak Helldy dan pak Sanuji yang didukung oleh rakyat, masak tidak berpihak kepada rakyat. Sekalipun pak Helldy dan pak Sanuji orang baru, tetapi saya kira punya riwayat (Pelabuhan Warnasari) yang bisa ditanyakan kepada siapapun lah yang ada di Cilegon,” harapnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen