SERANG, SSC – Jalan yang berada di Lingkungan Pelumasan, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, dikeluhkan warga. Jalan yang jaraknya hanya 1 kilometer berbatasan dengan jalan Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang ini bertahun-tahun mengalami kerusakan.
Pantauan Selatsunda.com, jalan di Lingkungan Pelumasan tampak berbeda dibandingkan dengan Jalan Desa Cisait. Aspal di jalan lingkungan itu tampak sudah tidak beraturan sementara di Desa Cisait, jalannya dalam kondisi baik dan dibangun dengan hotmix. Tampak, kedua jalan lingkungan ini dibatasi oleh pembangunan Tol Serang-Panimbang.
Salah satu warga Kelurahan Pabuaran, Nia Sari, mengatakan kondisi jalan di Lingkungan Pelumasan sudah mengalami kerusakan sejak 5 tahun lalu. Ia mengaku, warga sudah berkali-kali mendapat kabar akan diperbaiki. Tapi hingga saat ini jalan masih belum tersentuh Pemkot Serang.
“Sudah 5 tahun kondisinya rusak. Memang tidak separah yang dibayangkan oleh orang-orang, tapi ini sangat mengganggu (aktivitas) kami,” katanya saat ditemui di sekitar proyek pembangunan tol Serang-Panimbang, Selasa (16/3/2021).
Menurutnya, jika jalan dibandingkan dengan jalan di Kabupaten Serang sangat berbeda jauh. Padahal kedua daerah saling berbatasan.
“Mereka mah diaspal (hotmix) dan tidak rusak. Kalau kami memang diaspal, cuma kan sudah rusak. Padahal kita ini Kota tapi dikampung nya,” ucapnya.
Ia berharap Pemkot Serang dapat memperbaiki jalan di lingkungannya tinggal. Sebab selain tidak nyaman dan menganggu aktivitas masyarakat, jalan itu membuat citra Kota Serang menjadi buruk.
“Karena kami capek juga jalannya seperti ini. Motor juga lama-lama bisa rusak. Ada (beberapa) yang sering jatuh di jalan karena jalannya rusak. Ya, harusnya sih jangan kalah sama Kabupaten Serang, kan kita Kota,” jelasnya.
Terpisah, Anggota Komisi IV pada DPRD Kota Serang, Wisol, mengaku prihatin dengan jalan diperbatasan yang masih rusak. Kondisi jalan yang ada di perbatasan itu diakuinya memang kurang diperhatikan oleh Pemkot Serang.
“Kalau melihat jalan kabupaten di perbatasan itu sangat luar biasa. Maka dari itu saya berharap kepada Pemkot tolong niatnya, khususnya untuk tahun sekarang atau di perubahan, dialokasikan untuk jalan itu (jalan perbatasan),” ujarnya.
Ia mengatakan, kondisi tersebut jangan sampai citra Kota Serang menjadi kurang baik. Karena dizaman ini banyak masyarakat seringkali membanding-bandingkan kondisi jalan dengan jalan daerah lain.
“Makanya waktu kemarin membahas di dinas PU dan di Bappeda, yang diutamakan itu jalan perbatasan kota dan kabupaten. Artinya, masak kota jalannya begitu. Sedangkan kita kan ibukota Provinsi Banten,” tandasnya. (SSC-03/Red)

