CILEGON, SSC – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon akan menerapkan sistem one way (satu arah) kendaraan di Pasar Kranggot, Kota Cilegon. Sistem satu arah ini diberlakukan sebagai kendaraan yang masuk ke dalam pasar tidak terjadi kemacetan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cilegon, Uteng Dedi A mengatakan, rencana tersebut diputuskan berdasarkan rapat yang digelar bersama Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta. Sistem satu arah itu diberlakukan dengan mengarahkan kendaraan yang masuk keluar ke SDN Kranggot. Demikian juga dilakukan sebaliknya.
“Kedepan, kami akan berlakukan sistem one way tersebut. Sistem one way sendiri akan diterapkan mulai dari pintu masuk pasar langsung ke luar ke SD Kranggot. Atau dari arah Terminal Seruni menuju Pasar Kranggot,” kata Uteng kepada Selatsunda.com, Selasa (16/3/2021).
Uteng menuturkan, pemberlakukan sistem one way tersebut, rencananya akan diterapkan setelah para pedagang yang berada di bahu jalan masuk ke dalam pasar. Karena itu dibutuhkan partisipasi dari semua pihak.
“Kita lihat kondisi di lapangan. Setelah kondisinya bersih tanpa pedagang barulah penerapan one way bisa diterapkan. Karena itu, butuh bantuan dari TNI/Polri serta Disperindag untuk mengatur dan merubah mindset pedagang untuk bisa dipindahkan ke dalam hanggar,” tuturnya.
Terkait pengawasan yang akan dilakukan Dishub di Pasar Kranggot, kata Uteng, akan diberlakukan berkala. Dengan artian, pengawasan sudah mulai dilakukan nanti akan setelah seluruh pedagang emprakan jalan menempati hanggar.
“Jadi optimalnya setelah semua pedagang bergeser ke dalam, selama 6 bulan-1 tahun kedepan, kita (Dishub Cilegon) akan mengawasi pergerakan mereka agar mau mengikuti apa yang diinginkan oleh pemerintah untuk tidak berjualan di pinggir bahu jalan,” lanjut mantan Sekdis Dishub Cilegon.
Senada dengan Uteng, Kabid LLAJ pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon Hendra Pradipta memaparkan, Dishub dalam menjalankan sistem tersebut akan menyiapkan sebanyak 60 orang. Selain itu, parkir di pasar juga akan dilakukan penataan.
“Kita sudah ploting jumlah personel yang akan berjaga di Pasar Kranggot. Setiap titik akan dijaga 4 personel. Kami juga akan menerapkan lahan parkir yang ada di Pasar Kranggot yang sempat ramai dijadikan area jualan para pedagang. Itu kami fungsikan kembali sehingga tidak ada pedagang yang berjualan di sana,” pungkasnya. (Ully/Red)

