SERANG, SSC – Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan di Pasar Induk Rau (PIR) rencananya akan dipindahkan ke lantai dua pasar. Pedagang dipindahkan karena saat berjualan di bahu jalan kerap menimbulkan macet dan kesemrawutan.

Kepala Disperdaginkop Yoyo Wicahyono mengatakan, pemindahan pedagang sebenarnya sudah dilakukan berkali-kali. Saat ini, kata dia, Pemkot tengah menseriusinya untuk memindahkan 300 PKL. Meski memang upaya itu sempat tertunda akibat Covid-19.

“Rencana relokasi PKL kan program Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, lagi-lagi ketunda karena covid-19,” kata Yoyo kepada  Selatsunda.com saat kegiatan kerja bakti TNI membersihkan gorong-gorong di Pasar Rau, Rabu (12/8/2020)

Agar tidak lagi menimbulkan macet dan kesemrawutan, kata Yoyo, pemindahan PKL dilakukan menyeluruh dan tidak tebang pilih. Hal itu dilakukan seluruhnya agar menimbulkan kecemburuan sesama pedagang.

“Nanti kita akan relokasi semua ke lantai dua, kalau setengah dulu nanti pedagang yang udah di relokasi balik lagi,” ucapnya.

Terkait pembersihan gorong-gorong yang diatasnya ditempati pedagang, kata dia, juga merupakan upaya pihaknya menjadikan pasar lebih bersih terhindar banjir. Pihaknya menyarankan agar pedagang dilokasi tersebut bisa dipindahkan agar lebih tertata.

“Hari ini, PKL yang menghalangi saluran irigasi disarankan pindah ke lantai dua. Sebanyak 100 PKL yang menghalangi saluran irigasi,” tuturnya.

Sementara itu, Walikota Serang Syafrudin mengungkapkan, pemindahan PKL PIR di pinggir jalan sudah direncanakan jauh-jauh sebelumnya. Saat dipindahkan tidak jarang pedagang kembali ke tempat semula.

“Saya akan rapatkan untuk bahas relokasi PKL ini, saya akan ajak Kepala OPD terkait,”pungkasnya. (SSC-03/Red)