Rapat koordinasi antara Pemerintah Kota Serang dan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika di Puspemkot Serang, Senin (9/11/2020). Foto Istimewa

SERANG, SSC – Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Republik Indonesia mendorong Pemkot Serang pada setiap pembangunan infrastrukturnya dapat menyesuaikan dengan konsep pembangunan tahan gempa. Hal ini dilakukan agar setiap pembangunan ketika terdampak bencana gempa dapat aman.

“Bagaimana mengembangkan infrastruktur agar lebih aman, di daerah mana saja yang boleh dan tidak berdasarkan hasil kajian. Sehingga pembangunan bisa lebih baik,” ungkap Deputi Bidang Geofisika pada BMKG, Muhammad Sadly di Puspemkot Serang, Senin (9/11/2020).

Usulan tersebut disampaikan karena menurutnya ada beberapa wilayah di Kota Serang yang rawan dengan gempa. Daerah seperti Kasemen dan Taktakan, kata dia, memiliki lapisan tanah lebih lunak jika dibandingkan dengan daerah lain. Bilamana pembangunan tidak disiapkan dengan konsep tahan gempa maka akan rawan terdampak bencana.

Baca juga  Kecamatan Citangkil Juara Umum MTQ Kota Cilegon

Lanjut Sandly sapaan akrab, pihaknya selain menyinggung konsep pembangunan tahan gempa juga berencana memasang alat Warning Receiver System New Generation (WRSnGen). Alat ini diklaim mampu memberikan informasi secara cepat dan tepat waktu (realtime) saat bencana gempa terjadi.

“Saya pikir alat itu untuk lebih aman, karena di sampaikan tadi saat presentasi maksimal 5 nmi, itu cukup merusak bangunan yang kurang kuat. Bisa rubuh, dan ada korban jika di dalam bangunan ada orang,” paparnya.

Dilokasi yang sama, Walikota Serang, Syafrudin mengapresiasi telah terjalinnya kerja sama antara BMKG dan Pemkot Serang mengenai informasi bencana alam. Syafrudin menerangkan, meski bencana gempa bumi jarang terjadi namun upaya untuk sigap bencana gempa perlu antisipasi.

Baca juga  2 Pegawai Pengadilan Agama Serang Positif Covid-19, Persidangan Ditutup Sementara

“Kami sedang berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur karena bencana itu bukan gempa saja. Misalnya, banjir ketika cuaca buruk, juga berpengaruh terhadap infrastruktur yang buruk di Kota Serang,” ungkap Walikota Serang Syafrudin.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kota Serang meminta kepada para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak mengesampingkan dampak bencana alam ketika melakukan pembangunan.

“Tidak terlena, tidak berdiam diri sekalipun di Kota Serang jarang terjadi gempa. Tetapi kita harus berwaspada terharap bencana dan cuaca buruk,” tandasnya. (SSC-03/Red)