BNN Gagalkan penyelundupan 300 kilogram ganja di salah satu Homestay di Cilegon. Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengagalkan penyelundupan 300 kilo gram ganja diantara limbah medis dari Aceh melalui jalur darat dengan tujuan ke Kota Cilegon.

Dari hasil penangkapan ini, BNN mengamankan tiga orang tersangka, yaitu DH, M, dan J. Penangkapan penyelundupan 300 kilogram ganja ini terjadi pada Jumat (10/5/2019) di salah satu homestay tak jauh dari Kampus Untirta Cilegon.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari menuturkan, awal mula penangkapan yang dilakukan oleh pihak BNN ini atas informasi yang disampaikan oleh masyarakat tentang adanya pengiriman ganja dari Aceh ke Banten. Setelah dilakukan penyelidikan, BNN berhasil menangkap pelakh DH di homestay tersebut.

Selanjutnya, petugas langsung menggeledah mobil box dan menemukan 10 karung plastik berisi ganja kering seberat 300 kg. Ganja tersebut disembunyikan di antara karung limbah Medis B3. Berdasarkan informasi yang disampaikan DH, barang tersebut akan diserahkan pada penerima berinisial M di depan homestay tersebut.

“Untuk mengelabui petugas, barang bukti ini ditaro di dalam karung limbah medis B3 di mana, dalam karung tersebut sudha berisi tanaman ganja kering,” ujarnya.

Masih kata, Arman, usai pelaku melakukan serah terima barang, petugas pun langsung
mengamankan M dan J.

“Saat ini seluruh tersangka dan barang bukti dibawa ke kantor BNN untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Untuk mempertanggub jawabkan perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) Junto Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 111 ayat (2) Junto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal yakni hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Sementara, Kepala BNN Cilegon, Asep M Jaelani turut membenarkan penangkapan para pelaku. BNN Cilegon membantu BNN Pusat dalam penyelidikan tersebut untuk diproses lebih lanjut.

“Kita sifatnya mem-back up BNN Pusat. Setelah penangkapan, pelaku dan barang bukti di bawa ke Jakarta,” ujar Asep Singkat. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?