Ketua DPRD Cilegon Nonaktif, Endang Enffendi. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC –  Endang Effendi diberhentikan oleh DPD II Partai Golkar Cilegon tidak lagi menduduki kursi Ketua DPRD Kota Cilegon. Keputusan itu membuat loyalis Endang yang ada di wilayah Pulomerak bersikap.

Salah satu loyalis Endang di Kelurahan Lebakgede, Ridwan mengaku kecewa dengan keputusan Golkar. Selama ini, kata dia, Endang adalah sosok yang melekat dengan Golkar di Pulomerak. Dengan diberhentikannya Endang dari Ketua DPRD, dia bersama loyalis lainnya memutuskan akan menanggalkan atribut tidak lagi mendukung Golkar.

“Secara tegas saya tidak akan mendukung dan loyal dengan Partai Golkar. Bagi saya, kalau sudah tidak ada Pak Endang, untuk apa lagi loyal dan mendukung Partai Golkar,” ungkap Ridwan kepada Selatsunda.com,” Rabu (3/3/2021).

Menurutnya, keputusan mencopot Endang adalah keputusan yang merugikan Partai Golkar sendiri. Karena Endang dimata para loyalis selalu hadir membantu warga di Pulomerak. Bahkan, aspirasi yang disampaikan banyak warga selalu dibantu.

Baca juga  Moncer di Pileg 2019, PAN Siapkan Kader di Pilkada Cilegon 2024

“Kami cukup kecewa sekali. Apa yang dilakukan oleh DPD II Golkar Cilegon cukup egois dengan langkah yang dilakukan oleh mereka. Pak Endang tak pernah absen untuk membantu warganya yang kesusahan. Apapun yang dibutuhkan oleh warganya, beliau selalu bantu. Pak Endang kan selama ini tak melanggar ADART (Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga),” katanya.

Senada dengan Ridwan, loyalis Endang lainnya, Lilis menjelaskan, saat Pilkada 2020 lalu, suara Endang berada di urutan kedua di wilayah Tamansari dan urutan tertinggi di Kota Cilegon.

“Suara Pak Endang saat Pilkada kan cukup tinggi se-Kota Cilegon. Kenapa harus dicopot jabatannya? Selama ini jiwa sosial beliau juga cukup tinggi ke warga sekitarnya. Respon ke warga sekitar Pak Endang juga bagus. Kita sedih dan kecewa aja jika Partai Golkar mencopot jabatan Pak Endang,” jelasnya.

Baca juga  Larangan Warung Nasi Buka di Siang Hari Tuai Kontroversi, Ini Penjelasan Walikota Serang Syafrudin

Menurutnya, meski ayah Endang yakni Sahruji pada pilkada lalu berpindah dukungan ke salah satu calon lain, namun Endang tetap setia dan loyal dengan Golkar.

“Meski abah (orang tua Endang Effendy) telah beda dukungan memilih calon lain, Endang Effendi tetap loyal dengan Partai Golkar. Enggak masuk akal aja kinerja bagus tapi dipecat partai,” ujarnya.

Tak jauh beda dengan Lilis dan Ridwan, sikap yang sama juga dituturkan Ovar, loyalis yang dekat dengan Endang. Dia mengaku kaget dan kecewa dengan langkah yang diputuskan Golkar dengan mencopot Endang sebagai Ketua DPRD dan langsung digantikan dengan Isro Miraj.

“Pertama kaget dengan berita pencopotan Endang. Pencopotan Endang ini tidak ada dasar apapun. Pak Endang bagian kader terbaik di Partai Golkar. Suara Pak Endang saat Pilkada cukup tinggi. Kalau memang dipecat tolong kasih penjelasanya,” imbuhnya. (Ully/Red)