CILEGON, SSC – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat capaian realisasi investasi selama 2019 melampau target yang ditetapkan. Dari target realisasi investasi Rp 5,75 Triliun, capaian realisasi investasi sebesar Rp 8,414 Triliun.
Kepala DPMPTSP Kota Cilegon, Wilastri Rahayu, Selasa (10/3/2020) mengatakan, tren capaian realisasi investasi naik hingga 46 persen. Kenaikan itu dikonstribusi oleh investasi baik Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Untuk PMA mencapai Rp 4,328 Triliun sementara PMDN Rp 4,085 Triliun.
Ia menyatakan, tren kenaikan selain kepercayaan penanam modal berinvestasi di Cilegon masih tinggi juga dipengaruhi oleh adanya strategi DPMPTSP dalam mempercepat pelayanan perizinan. Itu, kata Wilastri disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik.
“Sebagian besar pelayanan perizinan (perusahaan) sudah dipercepat. Itu sesuai dengan amanat PP 24 2018. Hampir semua perusahan besar, sudah,” ujarnya.
Ia kembali mengungkapkan, investasi PMA di Cilegon masih didominasi sektor industri yakni industri kimia dan farmasi 25 persen dan industri makanan 11 persen. Sementara dominasi investasi PMDN yakni perdagangan dan reparasi 23 persen, dan jasa lainnya 21 persen.
“Memang kalau iklim investasi bisa naik turun. Tetapi dari nilai realisasi, PMA masih tinggi,” tuturnya.
Sejauh ini pelayanan sudah dimaksimalkan dengan sistem si Peci. Hanya saja dengan regulasi baru, sistem tersebut perlu diintegrasikan dengan sistem
yang dijalankan pemerintah Pusat yakni siCantik berbasis Online Single Submission (OSS). Salah satu yang disesuaikan terkait permohonan untuk mendapatkan Nomor Induk Perusahaan (NIP).
“Dilihat dari OSS, ada beberapa perusahaan yang mendaftar untuk mendapatkan NIP. Tapi kesulitannya, NIP itu belum dapat dipisahkan yang lama dan baru. Karena belum bisa dipisahkan, masih ada angka yang harus dipisah secara manual,” paparnya. (Ronald/Red)

