Foto Ilustrasi (Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Serapan anggaran Pemerintah Kota Cilegon sampai dengan akhir April 2019 tergolong rendah. Dari data yang dimiliki Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Cilegon hingga awal triwulan II akhir 2019, realisasi belanja daerah baru hanya mencapai 19,93 persen. Dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp2.038.030.587.784, pemkot baru bisa menyerap Rp 406.179.983.115.

Sementara pendapatan pada periode yang sama mencapai 26,70 persen atau Rp500.538.489.361.

Kepala BPKAD Cilegon, Maman Mauludin, Minggu (12/5/2019) mengatakan, capaian serapan anggaran yang rendah ini disebabkan masih banyaknya proyek-proyek lelang yang tidak berjalan sesuai yang ditetapkan. Pekerjaan fisik yang belum berjalan di OPD diantaranya Dinas Pekerjaan Umum (pembangunan JLU dan pembangunan gedung Setda 6), Dinas Pemuda dan Olahrgaa (pembangunan sport center), Dinas Pertanian (pembangun kawasan pertanian Terpadu) dan Dinas Kesehatan (pembangunan 2 rumah sakit tipe D.

Untuk menindaklanjuti hal ini, kata dia, Walikota, Edi Ariadi meminta agar OPD ini dapat menindaklanjuti rekomendasi revisi LKPJ diminta oleh DPRD Cilegon.

“Kan sudah jelas dari hasil instruksi dari Pak Walikota (Edi Ariadi,red) OPD penghasil ini harus memperbaiki hasil kinerja mereka. Begitu juga hasil rekomendasi untuk di revisi dari dewan itu juga harus ditindaklanjuti dengan cepat. Revisi ulang ini memang musti dilakukan OPD agar RPJMD masa jabatan walikota dan wakil walikota dapat tercapai,” tuturnya.

Revisi itu, lanjut dia, sudah musti dilakukan konsultasi publik pada minggu ke-3 di bulan mei ini. Diperkirakan revisi RPJMD yang juga dilakukan OPD rampung pada pertengahan atau akhir September mendatang.

“Revisi RPJMD ini kan membutuhkan waktu selama 6 bulan. Kita perkirakan semua rampung pada akhir atau pertenggahan September revisi tersebut bisa selesai dikerjakan oleh mereka (OPD),” pungkasnya.(Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?