Bakal Calon Walikota Cilegon yang diusung PAN, Iye Iman Rohiman diwawancara media, Minggu (22/3/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Waktu pendaftaran bakal calon walikota dan wakil walikota Cilegon lewat jalur partai politik tinggal tiga bulan. Lobi-lobi politik baik yang dilakukan partai politik maupun kandidat bakal calon mulai intens. Haji Iye Iman Rohiman yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi calon walikota Cilegon juga sudah mulai gas poll. Putra daerah asli Kota Cilegon ini bergerak cepat bersama partai yang mengusungnya memenuhi syarat minimal kursi mencalonkan diri sebagai kepala daerah Kota Cilegon di periode kedepan.

Iye mengaku optimis bisa melampaui jumlah kursi DPRD yang dipersyaratkan KPU untuk maju mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Sejauh ini, PAN telah memandatkannya mengawal 4 kursi serta sinyal lampu hijau dari PPP dengan 2 kursi. Iye mengaku yakin dan tidak berhenti berupaya memenuhi syarat minimal sebanyak 8 kursi yang dipersyaratkan.

“Pak haji Iye sudah mendapat rekom dari partai sudah 6 kursi dari PAN dan PPP. Yang sudah kita dapatkan 2 dan 4 jadi 6 kursi. Untuk bagaimana haji iye saat ini sesuai dengan kodisi yang ada melengkapi persyaratan kpu, untuk mencapai 2 kursi, insya Allah, mudah-mudahan itu bisa tercapai dan harapannya lebih dari 6 kursi. Yang namanya manusia, pak iye, dalam konteks politik, atau yang namanya usaha tidak pernah berhenti,” ujarnya ditemui di salah satu rumah makan di Anyer, Kabupaten Serang, Minggu (22/3/2020).

Lobi, kata dia, intens dilakukannya kepada seluruh partai politik. Bahkan pendekatan dengan personal bakal calon lain juga intens. Bahkan sudah banyak yang mulai menawarkan diri untuk bergabung maju bersamanya.

“Alhamdulilah secara tidak langsung dengan tegas menyatakan, sepertinya banyak yang menawarkan untuk bergabung dengan pak haji Iye,” ungkapnya.

Ia mengaku, sejak awal niatnya untuk maju lewat parpol sudah dilakukan dengan mengikuti berbagai penjaringan baik yang dibuka partainya, NasDem dan Demokrat. Bahkan lobi-lobi kepada parpol yang tidak membuka penjaringan pun dilakukannya untuk mendapat tiket dukungan.

“Insya Allah. Kesemua partai masuk, ke NasDem masuk secara masif, keseriusan dengan Demokrat juga demikian. Dengan PDIP, kita komunikasi,” terangnya.

“Semua tertarik, bukan hanya dengan PKS. Pak haji iye dengan PKS dengan Golkar. Sekalipun PKS tidak membuka jaringan di DPS Cilegon, pak haji Iye tetap merapat ke PKS,” sambung Iye.

Lobi selain dengan parpol juga dilakukan dengan bakal calon lain yang akan maju. Profesional yang juga Inisiator Badan Koordinasi Pengusaha Gunung Sugih ini terbuka berkomunikasi dengan bacalon manapun. Seperti dalam tugasnya sebagai tokoh masyarakat Ciwandan pernah sebelumnya membantu dan menfasilitasi kegiatan Ratu Ati Marliati sebelum menjadi bacalon.

“Dengan situasi poltik di Cilegon sudah mulai menghangat belum memamas, pak haji Iye lebih mendahului berkomunikasi dengan calon-calon. Kecuali dengan bu Ati, memang tidak pernah. Karena beliau seorang perempuan, dia punya tugas, kami tidak pernah mendahului. Tapi kalau ada pertemuan selalu mendampingi dan mengatakan selalu membantu beliau,” terangnya.

Iye ketika disinggung soal pendampingnya mengaku belum dapat menyampaikan gamblang. Dinamika politik soal siapa calon wakil walikotanya masih berjalan dinamis. Keputusan itu nantinya dikonsolidasikan dengan PAN sebagai partai pengusungnya.

“Itu masih dinamis. Namun pak haji belum bisa menyampaikan. Karena selain pak haji iye pribadi, pak haji iye sudah punya pendamping. Tentunya harus banyak konsolidasi, masih harus banyak minta arahan dari partai pengusung yang sudah mengusung pak haji iye. Disinilah etika pak haji untuk menghargai secara personal dan partai,” pungkasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here