Pengendara motor tertib berhenti di tanda batas jarak saat di perempatan lampu merah SPIJ Kota Cilegon, Kamis (10/7/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Upaya polisi untuk mencegah penularan Covid-19 tetap gencar dilakukan. Kali ini, Satlantas Polres Cilegon membuat tanda pembatas jarak mirip Motor GP dengan batas jarak 1 hingga 1,5 meter yang ditempatkan di dua lokasi, yaitu di Lampu Merah SPIJ (Lampu Merah Damkar) dan Simpang PCI (Pondol Cilegon Indah).

Kasatlantas Polres Cilegon AKP Ali Rahman Sihotang mengatakan, tanda batas jarak yang dibuat mirip Motor GP ini sebagai upaya pencegahan Covid-19 (Virus Corona). Hal itu dilakukan agar pengendara motor tidak berdempetan saat berhenti di lampu merah.

“Jadi ada jarak 1 hingga 1,5 meter bagi pengendara roda dua saat berhenti di lampu merah. Kalau dulu kan roda dua berdempetan tuh saat di lampu merah. Nanti para pengendara bermotor harus mengikuti marka jalan itu. Jika tidak tertib maka akan di sanksi berupa teguas lisan,” kata Ali kepada Selatsunda.com, Kamis (15/7/2020).

Dijelaskan Ali, dipilihnya dua titik sebagai pilot project di Kota Cilegon, mengigat dua lokasi dianggap cukup padat kendaraan terlebih lagi pada saat pagi dan sore hari.

“Untuk pagi hari itu padatnya sekitar pukul
06.00 WIB pagi hingga pukul 08.00 WIB pagi. Sementara untuk sore dimulai mulai sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Tidak menutup kemungkinan jika 2 titik ini bisa diterapkan oleh pengguna kendaraan, akan ada penambahan kembali,” jelas Kasat.

Kata Ali, penerapan social distancing di dua titik mulai diberlakukan hari ini. Pengendara  akan diarahkan agar dapat berhenti tepat di posisi yang sudah ditentukan.

“Saat ini masih sosialisasi dulu ke pengguna roda dua agar tetap menjaga jarak phisycal distancing dan prioritas marka pembatasan jarak 1 meter bagi kendaraan roda dua ini kita pasang di jalan protokol dulu. Sambil jalan, nanti kita lihat bagaimana praktik, evaluasi dan sebagainya. Tidak lupa anggota kita senantiasa mengingatkan agar pengendara harus jaga jarak saat stop di persimpangan lampu merah. Tidak boleh terlalu dekat atau berhimpitan,” katanya

Terpisah, Mustofa salah seorang pengendara menyambut baik pembuatan marka tersebut. Ia berharap, upaya tersebut bisa mencegah penularan Covid-19.

“Seru juga lihat jalannya seperti mau balapan motor, dan Jalan terlihat rapi, tidak berhimpitan. Pengendara langsung berhenti di setiap marka yang sudah dipasang di lampu merah. Dan semoga masyarakat bisa tertib dan mematuhi aturan baru ini. Kalau pun di kasih teguran itu pun untuk kita juga agar mematuhi aturan tersebut,” imbuhnya. (Ully/Red)