Kabid Perdagangan Disperindag Kota Cilegon, Ema Hermawati di dampingi Kepala UPT Pasar Kranggot Aceng Syarifudin saat melakukan uji coba timbangan ukur ulang,” Jumat (19/7/2019). Elfrida Ully Artha/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Untuk mengantisipasi pedagang yang berjualan dengan mengurangi bobot barang, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Cilegon memasang alat timbang pengontrol barang dagangan di Pasar Kranggot, Kota Cilegon.

Hal ini disampaikan Kabid Perdagangan Disperindag Kota Cilegon, Ema Hermawati menanggapi adanya laporan masyarakat tentang kondisi tersebut.

Lebih jauh Ema menjelaskan, penyediaan fasilitas alat timbangan ini selain mengantisipasi kecurangan juga memberi rasa aman kepada masyarakat. Saat ini, alat tersebut sudah dapatasyarakat di area Kantor UPT (Unit Pelayanan Terpadu) Pasar Kranggot.

“Para pembeli yang curiga terhadap barang yang dia terima, dapat menimbang kembali daganganya ke alat timbang digital yang kami tempatkan di depan Pasar Kranggot,” kata Ema kepada Selatsunda.com ditemui di Pasar Kranggot,” Jumat (19/7/2019).

Sampai saat ini, kata dia, memang masih banyak ditemukan pedagang nakal untuk melariskan daganganydengan mengurangi bobot barang. Namun hal itu masih dalam batas wajar. Artinya, selisih berat barang yang dibeli dengan yang ditimbang tidak begitu signigikan.

“Untuk tindakan tegas kepada pedagang nakal, kami serahkan ke pihak UPT Pasar untuk yang memberi sanksi kepada pedagang nakal tersebut,” katanya.

Mengenai berapa nilai anggaran untuk penyediaan 1 unit alat timbang pengontrol, lanjut dia, Disperindag menganggarkannya dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) murni 2019 sebesar Rp 30 juta.

“Karena 1 alat timbang ini harganya Rp 30 juta, baru kita sediakan di Pasar Kranggot dulu. Tapi tak menutup kemungkinan, di 2020 kita sediakan kembali dan rencana akan di tempatkan di Pasar Merak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Kranggot, Aceng Syarifudin sangat bersyukur dengan adanya alat timbang pengontrol dagangan yang di tempatkan di Pasar Kranggot. Pihaknya terbantu dalam mengontrol barang yang dijual pedagang.

“Saya sangat senang dengan adanya alat timbang pengontrol ini. Sesuai dengan intruksi dari dinas, nanti kita juga akan menyiapkam petugas untuk mengontrol semua dagangan milik pembeli,” ucap Aceng. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?