Tripso (50) warga PCI, Kecamatan Cibeber menerima surat pernyataan sembuh Covid-19 dari Walikota Cilegon, Edi Ariadi saat di Trans Hotel Cilegon, Selasa (3/11/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Tripso (50) warga Pondok Cilegon Indah (PCI) Kecamatan Cibeber dinyatakan sembuh dari gejala Virus Corona usai menjalani isolasi mandiri di Wisma Trans Hotel Cilegon selama 10 hari perawatan. Dirinya pun meminta masyarakat tak menganggap remeh virus asal Tiongkok tersebut. Sebab, banyak hal tak mengenakan yang dialaminya selama masa perawatan.

Diceritakanya, ia tak menyangka bisa tertular virus ini. Di mana, sebelum menjadi pasien bergejala Covid-19, ia selalu menganggap remeh virus tersebut

“Tidak menyangka sama sekali kalau saya jadi pasien Bergejala. Saya juga gak tahu tertular dari mana virus ini. Mungkin keteledoran saya menerapkan 3M (menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) akhirnya saya tertular covid-19,” beber Tripso kepada awak media ditemui di Wista OTG Trans Cilegon,” Selasa (3/11/2020).

Baca juga  Cerita Pelipat Kertas Suara Pilkada Cilegon: Lumayan Buat Dapur Bisa ‘Ngebul’

Dalam masa perawatan di Wisma Trans Hotel, ia mengungkapkan banyak pengalaman dan kesan yang tidak bisa terbayarkan oleh dirinya. Saat dirawat, ia harus terpisah dengan istri dan anak. Tentu hal itu membuatnya tak nyaman karena suhu yang kurang sejuk. Tak hanya itu, warga yang berada di hotel semua merupakan pasien Covid-19.

“Awalanya saya berpikiran tempat (isolasi mandiri) serem. Apalagi kita terpisah dengan keluarga. Tapi, pas saya masuk ke ruangan, ternyata beda dengan apa yang saya pikirkan. Dokter dan perawatnya baik dan ramah sekali. Pelayanan cukup bagus. Apalagi makanan dan minuman terpenuhi semua. Pemenuhan gizinya pun terpenuhi saat saya berada di sini,” ungkapnya.

Baca juga  Edi Ariadi Minta NasDem Cilegon All Out Menangkan Ati-Sokhidin

Dengan tekad untuk sembuh yang tinggi akhirnya kondisi dia mulai membaik. Pada, Selasa (3/11/2020) pagi, dirinya dinyatakan membaik dan sembuh serta diperbolehkan pulang.

Tripto pun mengimbau kepada masyarakat untuk tak acuh menjalankan protokol kesehatan sebagai bentuk pencegahan. Ia menyayangkan masih banyak warga yang menganggap virus corona hanya rekayasa.

“Corona itu benar ada, saya mengalami sendiri. Itu benar ada. Saya mengimbau sekaligus mengajak masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun,” pungkasnya. (Ully/Red)