CILEGON, SSC – Cuaca buruk angin kencang disertai gelombang tinggi menerjang Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. Akibatnya ratusan kendaraan menumpuk di dalam pelabuhan.
Informasi yang dihimpun selataunda.com, cuaca buruk telah terjadi sejak Jumat (14/12/2018) tadi malam sekitar pukul 21.30 WIB. Cuaca buruk membuat bongkar muat penumpang yang biasa dijadwalkan 60 menit terlambat sekitar 15 menit. Kendaraan penumpang diketahui menumpuk di dalam pelabuhan mulai kantong parkir dermaga hingga pintu masuk tolgate.
Manajer Usaha Pelabuhan PT ASDP Cabang Merak, Rudy Mahmudi mengatakan, keterlambatan jadwal kapal baik bongkar dan muat kendaraan ini disebabkan cuaca yang tidak stabil. Angin yang menerjang penyeberangan Pelabuhan Merak – Bakauheni mencapai 30 knot dengan ketinggian gelombang 2 meter.
“Padatnya ini karena ada breakdown, kapal di masing-masing dermaga itu break down yang pemberangkatannya tidak tepat waktu karena cuaca tersebut. Biasanya port time 60 menit, dengan kondisi ini otomatis berubah,” ungkapnya, Sabtu (15/12/2018).
Dipaparkan Rudy, kondisi bongkar muat penumpang di pelabuhan khususnya penumpang kendaraan menjadi terganggu.
“Keluar masuk kendaraan ke kapal memang agak susah dengan kondisi ini. Waktu sandarnya, waktu mau sandarnya waktu mau keluarnya. Itu terkendala di dermaga, karena cuaca,” paparnya.
Selain cuaca, bongkar muat juga terkendala ditutupnya dermaga IV karena kondisinya tidak dimungkinkan untuk bongkar muat. Untuk mengantisipasinya, lanjut Rudy, ASDP memaksimalkan 5 dermaga yang ada yakni dermaga I, II, III, V dan VI serta mengoperasikan 29 kapal.
“Kapal yang disediakan sebanyak 29 untuk 5 dermaga. Karena dermaga IV ditutup, kondisinya kurang layak,” pungkasnya. (Ronald/Red)

